Arti Kata "dikotomi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dikotomi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dikotomi

di·ko·to·mi n pembagian atas dua kelompok yg saling bertentangan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dikotomi"

📝 Contoh Penggunaan kata "dikotomi" dalam Kalimat

1.Dalam percakapan sehari-hari, dia bilang bahwa pendapat kami dan pendapat mereka merupakan dikotomi yang tidak bisa diselesaikan.
2.Di konteks filosofi, konsep dikotomi digunakan untuk menjelaskan aspek dualisme dalam pandangan hidup.
3.Saat berdiskusi, kami mencoba untuk menghilangkan dikotomi antara pemikiran yang terlalu rasional dan yang terlalu emosional.
4.Dalam bidang psikologi, studi dikotomi dapat membantu memahami bagaimana pikiran manusia dapat memisahkan antara dua hal yang saling bertentangan.
5.Di lingkungan akademis, dikotomi antara ilmu pengetahuan dan teologi masih menjadi perdebatan hangat di kalangan sarjana.

📚 Artikel terkait kata "dikotomi"

Mengenal Kata 'dikotomi' - Inspirasi dan Motivasi

Dikotomi: Pembagian yang Saling Bertentangan

Dikotomi adalah konsep yang telah ada sejak lama, bahkan sebelum abad ke-20. Dalam konteks historis, dikotomi sering digunakan untuk menggambarkan pembagian masyarakat atas dua kelompok yang saling bertentangan, seperti perbedaan antara kaya dan miskin, atau antara pemenang dan kalah dalam perang. Dalam konteks sosial, dikotomi sering digunakan untuk menggambarkan perbedaan antara kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat contoh-contoh dikotomi. Misalnya, kita memiliki perbedaan antara "benar" dan "salah", di mana kita dipaksa untuk memilih salah satu. Atau kita memiliki perbedaan antara "kita" dan "mereka", di mana kita sering kali melihat perbedaan antara kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang berbeda. Contoh lainnya adalah perbedaan antara "tradisional" dan "modern", di mana kita sering kali melihat perbedaan antara kelompok-kelompok yang memiliki kebiasaan yang berbeda. Dalam budaya Indonesia modern, dikotomi sering digunakan untuk menggambarkan perbedaan antara kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang berbeda. Misalnya, kita memiliki perbedaan antara "pemilih" dan "tidak pemilih", di mana kita dipaksa untuk memilih salah satu. Atau kita memiliki perbedaan antara "konserdatif" dan "progresif", di mana kita sering kali melihat perbedaan antara kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang berbeda. Dalam konteks ini, dikotomi sering digunakan untuk menggambarkan perbedaan antara kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang berbeda dan saling bertentangan.