Arti Kata "diktatorial" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "diktatorial" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

diktatorial

dik·ta·to·ri·al a secara diktator; bersifat diktator

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "diktatorial"

📝 Contoh Penggunaan kata "diktatorial" dalam Kalimat

1.Pemerintah yang berkuasa dengan cara diktatorial telah mengalahkan lawan politiknya dalam pemilihan umum.
2.Ketua partai politik yang bersifat diktatorial telah menghilangkan kebebasan anggota partai untuk mengungkapkan pendapatnya.
3.Dalam novel tersebut, pemerintah yang berkuasa dengan cara diktatorial membungkam suara-suara yang tidak setuju.
4.Sikap diktatorial seorang atlet telah membuatnya kehilangan teman-teman di timnya sendiri.
5.Pada masa lalu, banyak negara yang mengalami pemerintahan diktatorial dan mengalami penderitaan bagi rakyatnya.

📚 Artikel terkait kata "diktatorial"

Mengenal Kata 'diktatorial' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "diktatorial" - Sifat yang Mengancam Keharmonisan

Kata "diktatorial" memiliki makna yang sangat penting dalam bahasa Indonesia, yaitu menggambarkan sifat atau cara berpikir yang sangat otoriter dan menindas. Dalam sejarah, kepemimpinan diktatorial sering kali diidentikkan dengan kekejaman, penindasan, dan ketidakadilan. Dari Napoleon Bonaparte hingga Adolf Hitler, kepemimpinan diktatorial telah membawa dampak yang sangat buruk bagi masyarakat dan negara. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat contoh-contoh penerapan sifat diktatorial. Misalnya, "Pemimpin tersebut dituduh memiliki sifat diktatorial karena menindas oposisi dan mengambil keputusan tanpa melibatkan rakyat." Atau, "Pemerintah yang diktatorial telah melanggar hak asasi manusia dan mengancam kebebasan berbicara." Contoh lainnya adalah, "Kepala sekolah yang diktatorial telah membuat siswa takut dan tidak berani berbicara." Dalam budaya Indonesia modern, sifat diktatorial masih sering dijumpai. Misalnya, dalam lingkungan kerja, ada beberapa orang yang memiliki sifat diktatorial dan sering mengancam keharmonisan tim. Mereka sering kali menindas pendapat orang lain dan mengambil keputusan tanpa melibatkan rekan-rekan mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menyadari sifat diktatorial dan menghindarinya agar keharmonisan dan kebahagiaan dapat dijalankan.