Arti Kata "telah busuk maka dipeda" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "telah busuk maka dipeda" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

telah busuk maka dipeda

Peribahasa berbuat sesuatu yang telah terlambat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "telah busuk maka dipeda"

📝 Contoh Penggunaan kata "telah busuk maka dipeda" dalam Kalimat

1.Dalam situasi politik, keputusan telah diambil dan tidak bisa diubah lagi.
2.Dalam permainan sepak bola, peluang menang telah hilang setelah keputusan coach salah.
3.Saya tidak bisa mengubah keputusan yang telah diambil, jadi saya harus menerima hasilnya.
4.Dalam hidup, tidak ada hari yang bisa dirubah, hanya kita bisa berusaha untuk hari depan.
5.Ketika kita tidak bisa menemukan solusi, maka kita harus menerima kenyataan dan terus maju.

📚 Artikel terkait kata "telah busuk maka dipeda"

Mengenal Kata 'telah busuk maka dipeda' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "telah Busuk Maka Dipeda" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "telah busuk maka dipeda" adalah salah satu peribahasa dalam bahasa Indonesia yang menggambarkan keadaan suatu hal yang telah terlambat. Berasal dari kata "busuk" yang berarti rusak atau tidak layak lagi, peribahasa ini mengingatkan kita bahwa ada waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, dan jika kita terlambat, maka hasilnya akan sia-sia.

Asal Usul dan Konteks Historis

Kata "telah busuk maka dipeda" memiliki latar belakang yang unik dalam sejarah dan budaya Indonesia. Peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan keadaan suatu hal yang telah rusak atau tidak layak lagi, baik itu dalam konteks fisik, emosional, atau bahkan spiritual. Dalam konteks sosial, peribahasa ini dapat digunakan untuk mengingatkan kita bahwa ada waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, dan jika kita terlambat, maka hasilnya akan sia-sia.

Contoh Penggunaan Kata "telah Busuk Maka Dipeda"

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "telah busuk maka dipeda" dalam kalimat yang alami: * "Dia telah membiarkan kesempatan itu berlalu, sehingga tidak ada lagi kesempatan lain untuk mendapatkannya." * "Karena terlambat, dia tidak bisa mengikuti proyek tersebut, sehingga hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan." * "Jika tidak segera diselesaikan, maka masalah ini akan semakin parah dan tidak bisa diatasi lagi."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "telah busuk maka dipeda" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia bisnis, peribahasa ini digunakan untuk mengingatkan kita bahwa ada waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, dan jika kita terlambat, maka hasilnya akan sia-sia. Dalam kehidupan pribadi, peribahasa ini dapat digunakan untuk mengingatkan kita bahwa ada waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, dan jika kita terlambat, maka konsekuensinya akan berbeda.