Arti Kata "duduk meraut ranjau" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "duduk meraut ranjau" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

duduk meraut ranjau

Peribahasa selalu bekerja dengan waspada

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "duduk meraut ranjau"

📝 Contoh Penggunaan kata "duduk meraut ranjau" dalam Kalimat

1.Warga setempat selalu duduk meraut ranjau untuk mengawasi keamanan lingkungan.
2.Dalam pelatihan pertahanan diri, instruktur meminta siswa untuk duduk meraut ranjau sebelum melaksanakan latihan.
3.Dia duduk meraut ranjau di samping jalan untuk mengantisipasi potensi kejadian darurat.
4.Bapak itu duduk meraut ranjau di rumahnya, menunggu kedatangan putrinya yang akan pulang dari sekolah.
5.duduk meraut ranjau adalah sikap yang harus dimiliki oleh setiap pengawal di Istana Presiden.

📚 Artikel terkait kata "duduk meraut ranjau"

Mengenal Kata 'duduk meraut ranjau' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Duduk Meraut Ranjau" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "duduk meraut ranjau" adalah peribahasa dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna yang sangat mendalam. Peribahasa ini memiliki makna umum sebagai "selalu bekerja dengan waspada" dan tidak pernah menelanjangkan diri dalam menjalankan tugas atau pekerjaan. Dalam konteks historis, kata "duduk meraut ranjau" mungkin berasal dari kebiasaan orang-orang di masa lalu yang harus waspada dan siap-siap untuk menghadapi bahaya atau ancaman yang mungkin timbul dari ranjau yang diletakkan di jalan atau di tempat-tempat yang berbahaya. Dengan demikian, orang-orang tersebut harus selalu siap dan waspada untuk menghadapi situasi yang tidak terduga.

Penggunaan Kata "Duduk Meraut Ranjau" dalam Kalimat

Kata "duduk meraut ranjau" dapat digunakan dalam kalimat yang alami untuk menggambarkan perilaku seseorang yang selalu waspada dan siap-siap untuk menghadapi situasi yang tidak terduga. Misalnya: - "Dia selalu duduk meraut ranjau dan siap-siap untuk menghadapi tantangan yang mungkin timbul dalam proyek tersebut." - "Dia adalah seorang pekerja yang selalu duduk meraut ranjau dan tidak pernah menelanjangkan diri dalam menjalankan tugasnya."

Relevansi Kata "Duduk Meraut Ranjau" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "duduk meraut ranjau" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam keseharian, kita harus selalu waspada dan siap-siap untuk menghadapi situasi yang tidak terduga, seperti kemungkinan kecelakaan, kegagalan, atau bahkan ancaman dari luar. Dengan demikian, kita dapat belajar dari peribahasa "duduk meraut ranjau" untuk selalu siap dan waspada dalam menghadapi situasi yang tidak terduga.