Arti Kata "ekimosis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ekimosis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ekimosis

eki·mo·sis /ékimosis/ n bercak pendarahan pd kulit atau selaput lendir

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ekimosis"

📝 Contoh Penggunaan kata "ekimosis" dalam Kalimat

1.Pasien mengeluhkan adanya bercak pendarahan pada kulitnya yang disebut eki·mo·sis setelah operasi.
2.Penggunaan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan eki·mo·sis pada beberapa pasien.
3.Dokter melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi penyebab eki·mo·sis yang terjadi pada pasien.
4.Pengobatan eki·mo·sis melibatkan penggunaan kompres dingin dan obat-obatan yang tepat.
5.Guru mengingatkan kepada murid untuk tidak menggaruk kulit yang mungkin menyebabkan eki·mo·sis.

📚 Artikel terkait kata "ekimosis"

Mengenal Kata 'ekimosis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ekimosis" dalam Kedokteran

Ekimosis adalah suatu kondisi medis yang terjadi ketika terdapat bercak pendarahan pada kulit atau selaput lendir. Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh seorang dokter Inggris bernama John Hunter pada abad ke-18. Dalam konteks medis, ekimosis adalah suatu kondisi yang perlu diobservasi dan diobati untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Contoh penggunaan kata ekimosis dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: - Dokter menyatakan bahwa ekimosis pada kulit pasien tersebut merupakan tanda adanya luka bakar yang lebih serius. - Setelah kecelakaan, korban mengalami ekimosis pada dahi dan pipi. - Wanita tersebut harus segera mengunjungi dokter karena ekimosis pada payudaranya terlihat semakin parah. Ekimosis juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Misalnya, ketika kita melihat ekimosis pada kulit atau selaput lendir seseorang, kita segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa kita telah mengerti pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan tubuh. Selain itu, ekimosis juga dapat menjadi topik perbincangan dalam diskusi medis atau ilmiah, membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.