Arti Kata "ekolalia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ekolalia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ekolalia

eko·la·lia /ékolalia/ n dorongan kuat yg tidak terkendalikan dr penderita gangguan jiwa untuk meniru ucapan atau perbuatan yg dilakukan orang lain; kelatahan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ekolalia"

📝 Contoh Penggunaan kata "ekolalia" dalam Kalimat

1.Pengidap gangguan jiwa tersebut menderita ekolalia yang terus-menerus mengulang kata-kata orang lain.
2.Pada kesempatan itu, aku melihat anak kecil yang menderita ekolalia dan mengulang kata-kata ibunya tanpa henti.
3.Dalam beberapa kasus, ekolalia dapat menjadi tanda kemampuan kognitif yang terganggu pada individu tersebut.
4.Psikolog menemukan bahwa ekolalia sering kali terjadi pada anak-anak yang memiliki gangguan autisme.
5.Di beberapa negara, ekolalia masih tergolong sebagai kondisi medis yang belum dipahami sepenuhnya.

📚 Artikel terkait kata "ekolalia"

Mengenal Kata 'ekolalia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ekolalia" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "ekolalia" mungkin tidak terdengar umum di telinga kita, tetapi memiliki makna yang sangat penting dalam dunia psikologi. Secara umum, ekolalia merujuk pada dorongan kuat yang tidak terkendalikan untuk meniru ucapan atau perbuatan orang lain, biasanya sebagai tindakan abnormal yang terjadi pada penderita gangguan jiwa. Fenomena ini telah dipelajari oleh para ahli sejak abad ke-19, ketika psikiatri mulai berkembang. Dalam konteks sosial, ekolalia sering kali terkait dengan gangguan jiwa tertentu, seperti skizofrenia atau autisme. Namun, dalam beberapa kasus, ekolalia juga dapat terjadi tanpa adanya gangguan jiwa yang jelas. Ini menunjukkan bahwa fenomena ini lebih kompleks daripada yang kita pikirkan. Contoh penggunaan kata ekolalia dalam kalimat yang alami dapat dilihat dalam beberapa situasi: * "Dia menderita ekolalia yang parah dan sering kali meniru ucapan orang lain tanpa disadari." * "Kasus ekolalia ini menunjukkan bahwa seseorang tidak hanya mengalami gangguan jiwa, tetapi juga mengalami kesulitan dalam mengontrol perilakunya." Pertanyaan penting yang muncul adalah, bagaimana ekolalia relevan dalam kehidupan sehari-hari kita? Dalam budaya Indonesia modern, fenomena ekolalia dapat terjadi dalam berbagai situasi, seperti ketika seseorang terlalu meniru gaya berbicara atau perilaku dari tokoh yang disukainya. Ini menunjukkan bahwa ekolalia bukan hanya fenomena yang terjadi pada penderita gangguan jiwa, tetapi juga dapat terjadi pada orang-orang yang sehat. Dalam kesimpulan, kata ekolalia memiliki makna yang sangat penting dalam dunia psikologi dan dapat muncul dalam berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami fenomena ini, kita dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang jiwa manusia dan cara kerja otak.