Arti Kata "eksklusivisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "eksklusivisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

eksklusivisme

eks·klu·si·vis·me /éksklusivisme/ n paham yg mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dr masyarakat: di kota besar terdapat gejala -- , terutama pd orang yg berada

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "eksklusivisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "eksklusivisme" dalam Kalimat

1.Gereja lokal mengkritik paham eksklusivisme yang mengisolasi diri dari masyarakat sekitar.
2.Ekonomi kapitalis seringkali menimbulkan gejala eksklusivisme, terutama pada kalangan yang berada.
3.Paham agama yang eksklusivisme seringkali menyebabkan konflik dengan umat lainnya.
4.Dalam sejarah, peradaban kuno seperti Yunani dan Romawi pernah mengalami gejala eksklusivisme yang berdampak besar.
5.Kritik terhadap paham eksklusivisme dalam agama telah menjadi topik yang hangat di kalangan teolog dan intelektual.

📚 Artikel terkait kata "eksklusivisme"

Mengenal Kata 'eksklusivisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Eksklusivisme" - Inspirasi dan Motivasi

Eksklusivisme adalah sebuah istilah yang memiliki makna yang sangat luas dan kompleks dalam konteks sejarah dan sosial. Dalam arti resmi, eksklusivisme merujuk pada sebuah paham yang memiliki kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat. Gejala ini sering dijumpai di kota besar, terutama pada orang yang berada dan memiliki kekuasaan. Dalam sejarah, eksklusivisme telah menjadi sebuah fenomena yang berulang kali muncul dalam berbagai bentuk dan konteks. Dari kekuasaan kolonial hingga kebijakan elitisme, eksklusivisme telah menjadi sebuah cara untuk memisahkan diri dari mayoritas dan mempertahankan kekuasaan. Dalam konteks modern, eksklusivisme dapat dilihat dalam bentuk perpecahan sosial, rasial, dan ekonomi. Eksklusivisme sering dijumpai dalam berbagai kalimat. Misalnya, "Kebijakan baru tersebut telah menimbulkan gejala **eksklusivisme** di kalangan masyarakat, di mana mereka yang berada merasa lebih berhak mendapatkan hak-hak dan keuntungan." Atau, "Komunitas tersebut memiliki kecenderungan **eksklusivisme**, di mana mereka hanya menerima anggota baru yang memiliki latar belakang dan status yang sama dengan mereka." Dalam kehidupan sehari-hari, eksklusivisme dapat dilihat dalam berbagai aspek. Misalnya, di kalangan perguruan tinggi, ada yang memiliki kecenderungan **eksklusivisme** dalam menerima mahasiswa baru, di mana mereka hanya menerima mereka yang memiliki nilai akademik yang tinggi. Atau, di kalangan masyarakat, ada yang memiliki kecenderungan **eksklusivisme** dalam menghadapi orang-orang yang berbeda, di mana mereka hanya menerima mereka yang memiliki latar belakang dan status yang sama dengan mereka.