Arti Kata "emosionalisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "emosionalisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

emosionalisme

emo·si·o·na·lis·me /émosionalisme/ n 1 peragaan emosi secara berlebihan; 2 kecenderungan meninjau sesuatu secara emosional

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "emosionalisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "emosionalisme" dalam Kalimat

1.Pernyataannya di media sosial menunjukkan tanda-tanda emosionalisme yang berlebihan.
2.Para psikolog menganggap emosionalisme sebagai kecenderungan meninjau sesuatu secara emosional yang perlu diatasi.
3.Dalam novel tersebut, tokoh utama menunjukkan emosionalisme yang berlebihan dalam setiap kejadian.
4.Pendidikan emosionalisme menjadi prioritas dalam kurikulum sekolah-sekolah modern untuk mengembangkan karakter siswa.
5.Pernyataan politik yang berbasis emosionalisme cenderung menimbulkan kontroversi dan perdebatan di masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "emosionalisme"

Mengenal Kata 'emosionalisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Emosionalisme" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam konteks budaya modern, kata emosionalisme seringkali digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang menampilkan emosi secara berlebihan. Namun, makna umum dari kata ini juga mencakup kecenderungan meninjau sesuatu secara emosional, sehingga dapat mempengaruhi persepsi dan keputusan seseorang.

Asal-usul kata emosionalisme sendiri berasal dari abad ke-19, ketika filsuf Jerman Friedrich Nietzsche mengusulkan konsep "emosionalisme" sebagai lawan dari rasionalisme. Pada saat itu, Nietzsche berpendapat bahwa emosi memiliki peran penting dalam membentuk subjektivitas dan kebebasan individu. Namun, dalam konteks modern, kata ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak terkendali atau berlebihan.

Contohnya, pada saat konflik politik meningkat, seseorang mungkin menampilkan emosionalisme dengan menulis komentar yang sangat emosional di media sosial. Atau, seseorang mungkin mengatakan "Saya sangat emosional tentang hal ini" untuk menunjukkan bahwa mereka sangat terlibat dan peduli tentang suatu masalah. Dalam kedua kasus ini, kata emosionalisme digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak hanya emosional, tetapi juga berlebihan.

Dalam kehidupan sehari-hari, emosionalisme dapat mempengaruhi keputusan dan perilaku seseorang. Misalnya, seseorang yang sangat memikirkan keadilan sosial mungkin menampilkan emosionalisme dengan melakukan aksi-aksi yang tidak terkendali, seperti mengadakan protes atau demonstrasi. Dalam konteks budaya Indonesia modern, emosionalisme dapat mempengaruhi perilaku masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan dan isu sosial.