Arti Kata "enggok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "enggok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

enggok

eng·gok /énggok/ Jw, eng·gok·an n keluk (jalan, sungai, dsb); belokan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "enggok"

📝 Contoh Penggunaan kata "enggok" dalam Kalimat

1.Pengendara harus berhati-hati menghadapi enggok di jalan yang sempit.
2.Saya mencari rute baru untuk menghindari enggok yang berbahaya di desa ini.
3.Sejak kecil, dia selalu melihat enggok sungai yang indah di hutan belakang rumah.
4.Pembangunan jalan harus memperhatikan enggok di daerah perbukitan untuk menghindari kecelakaan.
5.Dalam perjalanan, dia menemukan enggok yang menawarkan pemandangan alam yang spektakuler.

📚 Artikel terkait kata "enggok"

Mengenal Kata 'enggok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "enggok" - Keluk yang Menjadi Landmark

Kata enggok memiliki makna yang menarik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini didefinisikan sebagai "keluk (jalan, sungai, dsb); belokan". Kata ini memiliki sejarah yang panjang dan telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia sejak lama. Dalam konteks historis, kata enggok sering digunakan untuk menggambarkan jalan atau sungai yang memiliki belokan atau keluk yang signifikan. Penggunaan kata enggok dalam bahasa Indonesia juga dapat ditemukan dalam kalimat-kalimat yang alami. Misalnya, "Jalan menuju desa terletak di enggok yang terjal" atau "Sungai yang mengalir di enggok yang lebar adalah tempat favorit untuk berenang". Dengan demikian, kata enggok tidak hanya memiliki makna yang spesifik, tetapi juga dapat digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Dalam kehidupan sehari-hari, kata enggok memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, ketika berwisata ke tempat-tempat wisata alam, kita sering menemukan enggok yang menakjubkan dan menjadi landmark yang ikonik. Dalam budaya Indonesia modern, kata enggok juga digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menggambarkan situasi yang kompleks atau menantang. Dengan demikian, kata enggok menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang tidak hanya memiliki makna yang spesifik, tetapi juga memiliki relevansi yang luas.