Arti Kata "etatisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "etatisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

etatisme

eta·tis·me /étatisme/ n paham yg lebih mementingkan negara dp rakyatnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "etatisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "etatisme" dalam Kalimat

1.Paham etatisme lebih mementingkan kepentingan negara daripada hak-hak warganya.
2.Di masa lalu, pemerintah seringkali mengandalkan paham etatisme untuk mempengaruhi pendapat masyarakat.
3.Paham etatisme juga seringkali dikaitkan dengan kehadiran pemerintah yang otoriter dan tidak transparan.
4.Dalam sejarah, paham etatisme pernah digunakan untuk menggalang dukungan masyarakat terhadap perang.
5.Pengaruh paham etatisme masih terasa hingga saat ini, terutama dalam isu-isu politik dan keamanan nasional.

📚 Artikel terkait kata "etatisme"

Mengenal Kata 'etatisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Etatisme" - Konsep Negara yang Mempengaruhi Kehidupan Sehari-Hari

Paham etatisme telah menjadi salah satu konsep yang paling kontroversial dalam sejarah filsafat politik. Secara definisi, etatisme adalah paham yang lebih mementingkan negara daripada rakyatnya. Konsep ini muncul pada abad ke-19 dan berkembang pada abad ke-20, dengan fokus pada peran negara dalam memimpin dan mengatur masyarakat. Paham etatisme memiliki akar historis yang kompleks, dengan pengaruh dari berbagai filsuf dan teori politik. Namun, inti dari konsep ini adalah keyakinan bahwa negara memiliki kekuasaan untuk membuat keputusan yang paling tepat bagi masyarakat, bahkan jika itu berarti menindas hak-hak individu. Dalam konteks sejarah, etatisme telah diimplementasikan dalam berbagai bentuk, dari monarki absolut hingga rezim totaliter. Dalam kalimat berikut, kita dapat melihat contoh penggunaan kata etatisme dalam konteks yang berbeda: * Pemerintah menggunakan kekuasaannya untuk mempromosikan etatisme dan meningkatkan kekuasaan negara. * Filsuf kritik etatisme dan menunjukkan bahwa konsep ini dapat digunakan untuk meningkatkan kekuasaan penguasa. * Dalam sejarah, etatisme telah digunakan sebagai alasan untuk menindas hak-hak individu dan menguasai masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep etatisme masih sangat relevan. Banyak negara masih menggunakan etatisme sebagai alasan untuk mengatur ekonomi, sosial, dan politik. Dalam konteks Indonesia modern, etatisme masih dipraktikkan dalam beberapa aspek, seperti kontrol pemerintah atas media dan kebebasan berbicara. Namun, kritik terhadap etatisme juga terus berkembang, dengan banyak orang yang menyerukan lebih banyak demokrasi dan kebebasan individu. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa konsep etatisme masih memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penting untuk memahami bahwa etatisme juga dapat digunakan sebagai alasan untuk menindas hak-hak individu dan menguasai masyarakat. Oleh karena itu, kita harus tetap waspada dan mengkritik konsep ini untuk memastikan bahwa negara tidak melampaui batas kekuasaannya.