Arti Kata "fasisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "fasisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

fasisme

fa·sis·me n prinsip atau paham golongan nasionalis ekstrem yg menganjurkan pemerintahan otoriter

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "fasisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "fasisme" dalam Kalimat

1.Pemerintah saat ini harus berhati-hati agar tidak terjerumus ke arah fasisme dengan menindak kesalahan sipil. Dalam novel tersebut, tokoh utama mengungkap rahasia kekuasaan yang berdasarkan pada paham fasisme. fasisme seringkali dihubungkan dengan kebijakan ekonomi kapitalis yang sangat berorientasi pada keuntungan perusahaan. Guru sejarah menjelaskan bahwa peristiwa Perang Dunia II diakibatkan oleh paham fasisme yang berkembang di beberapa negara Eropa.

📚 Artikel terkait kata "fasisme"

Mengenal Kata 'fasisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Fasisme" - Prinsip Politik yang Berpotensi Mengancam

Definisi dan Konteks Historis

Fasisme adalah prinsip atau paham golongan nasionalis ekstrem yang menganjurkan pemerintahan otoriter. Istilah ini pertama kali muncul pada awal abad ke-20 di Eropa, sebagai bentuk respon terhadap krisis ekonomi dan politik yang melanda benua tersebut. Fasisme biasanya terkait dengan paham yang menekankan kekuatan negara dan keamanan nasional, serta menumpulkan hak-hak individu untuk mencapai tujuan tersebut.

Contoh Penggunaan Kata Fasisme

Fasisme seringkali disebutkan dalam konteks politik dan sejarah. Misalnya, "Pemerintah Italia pada tahun 1920-an di bawah kepemimpinan Benito Mussolini dikenal sebagai contoh pemerintahan fasisme." Atau, "Fasisme di Jerman pada masa pemerintahan Adolf Hitler sangat menekankan kekuatan negara dan keamanan nasional." Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa fasisme seringkali terkait dengan kekuasaan negara yang absolut dan penindasan hak-hak individu.

Relevansi Fasisme dalam Kehidupan Sehari-Hari

Fasisme masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks politik dan sosial. Dalam beberapa negara, pemerintahan yang mengambil prinsip fasisme masih berkuasa, dan membatasi hak-hak individu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam budaya Indonesia modern, fasisme masih seringkali dibicarakan dalam konteks sejarah dan politik, sebagai peringatan akan bahaya pemerintahan otoriter dan penindasan hak-hak individu.