Arti Kata "fitnah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "fitnah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

fitnah

fit·nah n perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yg disebarkan dng maksud menjelekkan orang (spt menodai nama baik, merugikan kehormatan orang): -- adalah perbuatan yg tidak terpuji;
mem·fit·nah v menjelekkan nama orang (menodai nama baik, merugikan kehormatan, dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "fitnah"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "fitnah" dalam Kalimat

1.Di masyarakat, fitnah dapat merusak hubungan antar warga dan memicu perselisihan.
2.Pemimpin harus berhati-hati agar tidak melakukan fitnah terhadap lawan politiknya.
3.Seorang tokoh masyarakat dituduh melakukan fitnah terhadap anaknya sendiri.
4.Di sekolah, guru mengajarkan pentingnya tidak melakukan fitnah terhadap teman-teman.
5.Pernyataan fitnah yang dibuat oleh teman saya membuat aku sangat marah.

πŸ“š Artikel terkait kata "fitnah"

Mengenal Kata 'fitnah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Fitnah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata **fitnah** memiliki makna yang sangat signifikan dalam bahasa Indonesia. Secara umum, **fitnah** didefinisikan sebagai perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang. Dalam konteks historis, **fitnah** telah menjadi salah satu istilah yang paling berbahaya dalam masyarakat, karena dapat merusak nama baik seseorang dan merugikan kehormatan mereka. **Fitnah** dapat berupa perbuatan yang tidak terpuji, seperti menyebarluaskan berita palsu atau menuduh seseorang tanpa bukti. Dalam kehidupan sehari-hari, **fitnah** dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti melalui media sosial, percakapan sehari-hari, atau bahkan dalam kerja sama antar individu. Contoh penggunaan **fitnah** dalam kalimat yang alami adalah: "Saya sangat menyesal karena telah menyebarluaskan **fitnah** tentang rekan saya yang tidak benar." "Menyebarluaskan **fitnah** dapat merusak nama baik seseorang dan merugikan kehormatan mereka." Dalam budaya Indonesia modern, **fitnah** masih merupakan isu yang sangat sensitif dan perlu dihindari. Dalam beberapa kasus, **fitnah** dapat berakibat fatal, seperti kerugian materiil, kerusakan nama baik, atau bahkan hukum penjara. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu berhati-hati dalam berbicara dan berinteraksi dengan orang lain.