Arti Kata "fotoperiodisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "fotoperiodisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

fotoperiodisme

fo·to·pe·ri·o·dis·me /fotopériodisme/ n reaksi tumbuhan thd perubahan panjang siang dan malam

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "fotoperiodisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "fotoperiodisme" dalam Kalimat

1.Fenomena fotoperiodisme sangat penting dalam penelitian ekologi untuk memahami perilaku tumbuhan.
2.Banyak tumbuhan tropis tidak dapat beradaptasi dengan fotoperiodisme yang berbeda di daerah lintang tinggi.
3.Dalam konteks agronomi, fotoperiodisme digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman dengan cara pengaturan waktu pencahayaan.
4.Pengaruh fotoperiodisme pada tumbuhan sangat kompleks dan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
5.Penggunaan fotoperiodisme dalam penelitian biologi dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang sifat adaptasi tumbuhan.

📚 Artikel terkait kata "fotoperiodisme"

Mengenal Kata 'fotoperiodisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Fotoperiodisme" - Inspirasi dari Alam

Fotoperiodisme adalah istilah yang berasal dari kata "fotoperiode", yang merujuk pada periode waktu yang ditentukan oleh panjang siang dan malam. Dalam konteks biologi, fotoperiodisme mengacu pada reaksi tumbuhan terhadap perubahan panjang siang dan malam, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkecambahan, dan produksi bunga. Dalam sejarah, konsep fotoperiodisme telah dipelajari oleh ilmuwan untuk memahami perilaku tumbuhan di berbagai kondisi lingkungan. Pada abad ke-19, ilmuwan seperti Charles Darwin dan Julius Sachs telah melakukan eksperimen untuk menggambarkan efek fotoperiodisme pada tanaman. Mereka menemukan bahwa beberapa spesies tanaman dapat memprediksi musim dengan mengubah perilakunya berdasarkan panjang siang dan malam. Fotoperiodisme juga memiliki dampak signifikan pada kehidupan sehari-hari. Misalnya, beberapa spesies tanaman dapat dibudidayakan dengan memanfaatkan fotoperiodisme untuk meningkatkan produksi bunga atau biji. Contoh lainnya, beberapa jenis tanaman dapat digunakan sebagai indikator cuaca, seperti pohon-pohon yang berubah warna daunnya sebelum musim gugur tiba. Dalam budaya Indonesia modern, fotoperiodisme juga memiliki relevansi dengan praktik pertanian dan kehutanan. Misalnya, petani dapat menggunakan pengetahuan tentang fotoperiodisme untuk mengoptimalkan panen dan produksi tanaman. Selain itu, fotoperiodisme juga dapat digunakan untuk memahami perilaku hewan liar, seperti migrasi mamalia atau burung. Dengan demikian, fotoperiodisme bukan hanya konsep biologi yang kompleks, tetapi juga memiliki implikasi yang signifikan pada kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.