Arti Kata "tagut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tagut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tagut

ta·gut n 1 yg menyuruh orang berbuat jahat; 2 yg disembah orang, tetapi bukan Tuhan; berhala

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tagut"

📝 Contoh Penggunaan kata "tagut" dalam Kalimat

1.Pengaruh tagut di dalam agama seringkali membawa konsekuensi buruk bagi umat.
2.Dalam sejarah, beberapa kerajaan telah jatuh karena pemujaan tagut yang berlebihan.
3.Pengikut agama tersebut dilarang untuk membangun patung tagut di dalam kompleks kerajaan.
4.Di zaman modern, beberapa kelompok masyarakat masih memeluk agama yang menyembah tagut.
5.Pengaruh pemujaan tagut dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "tagut"

Mengenal Kata 'tagut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tagut" - Paham yang Penting dalam Agama dan Budaya

Kata "tagut" sering kali diasosiasikan dengan konsep keagamaan, terutama dalam konteks Al-Quran. Dalam arti resmi, tagut merujuk pada individu atau objek yang disembah oleh manusia, tetapi bukanlah Tuhan. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan berhala atau dewa-dewi yang disembah oleh masyarakat tertentu. Dalam sejarah, tagut memiliki makna yang lebih luas, melibatkan individu atau kelompok yang menyuruh orang lain berbuat jahat. Dalam konteks ini, tagut dapat diartikan sebagai orang yang berperan sebagai penyebab kerusakan atau kejahatan dalam masyarakat. Berikut beberapa contoh penggunaan kata tagut dalam kalimat yang alami: * "Dia dianggap sebagai tagut oleh masyarakat karena seringkali berbuat jahat dan tidak bertanggung jawab." * "Mereka yang menyembah tagut akan kehilangan kepercayaan diri dan kebenaran." * "Tagut yang disembah oleh leluhur kita sekarang dianggap sebagai mitos dan tidak lagi dipercaya." Dalam kehidupan sehari-hari, konsep tagut masih relevan dalam berbagai aspek, seperti dalam menghadapi kejahatan dan kesalahan. Dalam budaya Indonesia modern, kata tagut masih digunakan untuk menggambarkan individu atau objek yang dianggap tidak benar atau tidak baik. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks dari kata tagut agar dapat digunakan dengan tepat dan tidak salah mengerti.