Arti Kata "gara-gara" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gara-gara" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gara-gara

ga·ra-ga·ra n 1 peristiwa yg menggemparkan; kegemparan; kerusuhan; keributan: perkara itu akan dapat menimbulkan -- dl masyarakat; 2 sebab; lantaran (sesuatu yg menjadi penyebab): -- uang lima puluh rupiah, dia dihukum; 3 pertanda: banyaknya binatang buas turun dr gunung adalah -- gunung itu akan meletus

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gara-gara"

📝 Contoh Penggunaan kata "gara-gara" dalam Kalimat

1.Kerusuhan yang terjadi gara-gara harga minyak naik drastis.
2.Pekerjaan dia ditunda gara-gara tidak hadirnya bawahan.
3.Banyaknya warga yang terdampak gara-gara bencana alam.
4.Dia tidak sengaja meninggalkan keran gara-gara sibuk.
5.Pertanda gara-gara cuaca buruk menunjukkan hujan akan turun.

📚 Artikel terkait kata "gara-gara"

Mengenal Kata 'gara-gara' - Inspirasi dan Motivasi

Mengetahui Makna Lain dari Kata "Gara-Gara"

Kata "gara-gara" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi maknanya yang benar-benar resmi masih kurang dipahami oleh banyak orang. Dalam arti resmi, kata "gara-gara" memiliki tiga makna yang berbeda. Makna pertama adalah peristiwa yang menggemparkan, seperti kerusuhan atau keributan yang menimbulkan kegemparan di masyarakat. Pada abad ke-19, kata "gara-gara" mulai digunakan dalam Bahasa Indonesia untuk menggambarkan keadaan yang tidak terduga dan menggemparkan. Dalam konteks ini, kata "gara-gara" digunakan untuk menggambarkan kejadian yang menimbulkan kegemparan dan perhatian masyarakat luas. Misalnya, "Kerusuhan di Kota Besar merupakan sebuah **gara-gara** yang menggemparkan seluruh negeri." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "gara-gara" juga digunakan untuk menggambarkan sebab atau penyebab dari suatu kejadian. Misalnya, "Dia dihukum **gara-gara** uang lima puluh rupiah yang dia curi." Dalam contoh ini, kata "gara-gara" digunakan untuk menggambarkan sebab atau penyebab dari kejadian yang terjadi. Selain itu, kata "gara-gara" juga digunakan dalam makna pertanda atau tanda-tanda bahwa sesuatu akan terjadi. Misalnya, "Banyaknya **gara-gara** binatang buas turun dari gunung, menunjukkan bahwa gunung itu akan meletus." Dalam contoh ini, kata "gara-gara" digunakan untuk menggambarkan tanda-tanda bahwa sesuatu akan terjadi. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "gara-gara" masih digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika kita melihat keadaan yang tidak terduga dan menggemparkan, kita dapat mengatakan bahwa itu merupakan sebuah **gara-gara**. Selain itu, kata "gara-gara" juga digunakan dalam konteks budaya, seperti dalam lagu atau cerita rakyat yang menggambarkan keadaan yang tidak terduga dan menggemparkan. Dalam kesimpulan, kata "gara-gara" memiliki makna yang lebih luas daripada yang kita pikirkan. Dengan memahami makna ini, kita dapat menggunakan kata "gara-gara" dengan lebih tepat dan akurat dalam berbagai konteks.