Arti Kata "takhta" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "takhta" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

takhta

takh·ta n 1 tempat duduk raja; 2 ki kedudukan;
-- kerajaan 1 kursi kerajaan (tempat duduk raja); singgasana; 2 kekuasaan raja;
ber·takh·ta v 1 menjadi raja; memerintah (negeri); berkuasa: siapa yg ~ di kerajaan itu pertama kali?; 2 bersemayam: pd waktu itu raja Mataram ~ di Kartasura;
me·nakh·ta·kan v mendudukkan seseorang di takhta kerajaan; mengangkat seseorang menjadi raja: Napoleon ~ adiknya menjadi raja di Spanyol

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "takhta"

📝 Contoh Penggunaan kata "takhta" dalam Kalimat

1.Di istana kerajaan, raja memerintah dari atas takhta dengan penuh kekuasaan.
2.Pada masa lalu, takhta kerajaan digunakan sebagai simbol kekuasaan raja yang absolut.
3.Raja baru saja naik takhta dan memerintah negeri tersebut dengan bijak.
4.Pada zaman penjajahan, takhta kerajaan digunakan sebagai lambang kekuasaan penjajah.
5.Sang raja tidak pernah meninggalkan takhta, bahkan dalam keadaan sakit.

📚 Artikel terkait kata "takhta"

Mengenal Kata 'takhta' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Takhta" - Inspirasi Kekuasaan dan Kerajaan

Kata "takhta" seringkali dihubungkan dengan kekuasaan dan kerajaan. Dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki makna yang luas, mulai dari tempat duduk raja hingga kedudukan atau kekuasaan raja. Dalam konteks historis, **takhta** seringkali identik dengan singgasana raja, di mana raja akan bersemayam dan memerintah. Dalam sejarah Indonesia, terdapat beberapa **kekuasaan raja** yang pernah berada di atas **takhta**, seperti kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, dan Kerajaan Sunda. Masing-masing dari **kekuasaan raja** ini memiliki **kedudukan** dan **takhta** yang unik, menunjukkan kebesaran dan kekuatan kerajaan mereka. Dalam kalimat alami, kata "takhta" dapat digunakan dalam beberapa contoh seperti: "Raja memerintah dari atas **takhta** kerajaannya," "Dia menjadi raja setelah menduduki **takhta**," dan "Kerajaan Mataram memiliki **kedudukan** yang kuat di atas **takhta**-nya." Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa kata "takhta" memiliki makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "takhta" juga dapat digunakan dalam beberapa konteks yang tidak terkait dengan kekuasaan raja. Misalnya, dalam konteks budaya, **takhta** dapat diartikan sebagai kedudukan atau posisi yang tinggi dalam masyarakat. Dalam konteks lain, kata "takhta" dapat digunakan untuk menggambarkan tempat duduk yang dihormati, seperti **takhta** guru atau **takhta** kepala suku. Dalam kesimpulan, kata "takhta" memiliki makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari kekuasaan raja hingga kedudukan atau posisi yang tinggi dalam masyarakat. Dengan memahami makna kata "takhta", kita dapat lebih memahami sejarah dan budaya Indonesia, serta dapat menggunakan kata ini dengan lebih tepat dalam konteks yang berbeda-beda.