Arti Kata "garis kemelaratan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "garis kemelaratan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

garis kemelaratan

batas keperluan hidup minimum seseorang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "garis kemelaratan"

📝 Contoh Penggunaan kata "garis kemelaratan" dalam Kalimat

1.Gaji yang dibayarkan kepada karyawan tidak boleh di bawah garis kemelaratan untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar.
2.Pemerintah harus menjamin bahwa semua warga negara tidak hidup di bawah garis kemelaratan dan miskin.
3.Dalam masyarakat modern, banyak orang yang masih hidup di bawah garis kemelaratan karena kurangnya akses pendidikan.
4.Pengusaha yang berhati-hati harus memastikan agar gajinya tidak di bawah garis kemelaratan untuk menghindari ketergantungan pada bantuan sosial.
5.Dalam konteks ekonomi, garis kemelaratan digunakan sebagai batas minimum untuk menentukan tingkat kemiskinan di suatu daerah.

📚 Artikel terkait kata "garis kemelaratan"

Mengenal Kata 'garis kemelaratan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Garis Kemelaratan" - Inspirasi dan Motivasi

Garis kemelaratan merupakan istilah yang digunakan dalam konteks ekonomi dan sosial untuk menggambarkan batas keperluan hidup minimum seseorang. Istilah ini muncul sebagai respon atas krisis ekonomi yang melanda dunia pada abad ke-19 dan kemudian berkembang menjadi topik yang relevan dalam diskusi ekonomi global. Garis kemelaratan ini memiliki makna yang mendalam, menggambarkan tingkat kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Penggunaan kata garis kemelaratan dapat dilihat dalam beberapa kalimat yang menunjukkan pengertiannya yang jelas. Misalnya, dalam konteks ekonomi, "negara harus memastikan bahwa pengusaha tidak melebihi garis kemelaratan agar tidak melanggar hak pekerja". Dalam konteks sosial, "kondisi garis kemelaratan yang rendah dapat mengancam kehidupan seseorang dan keluarganya". Dalam konteks politik, "pemerintah harus memprioritaskan meningkatkan garis kemelaratan rakyat agar mereka dapat hidup dengan lebih baik". Garis kemelaratan memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam konteks Indonesia, garis kemelaratan sering dihubungkan dengan konsep kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Pemerintah Indonesia telah mencanangkan program untuk meningkatkan garis kemelaratan rakyat, termasuk program bantuan sosial dan pembangunan infrastruktur. Dalam konteks budaya, garis kemelaratan juga dihubungkan dengan nilai-nilai etika dan moral, seperti keadilan dan kesetaraan. Dalam keseluruhan, garis kemelaratan adalah konsep yang kompleks dan multifaset, yang melibatkan aspek ekonomi, sosial, dan politik. Dengan memahami makna dan relevansi garis kemelaratan, kita dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mencapai kemakmuran yang lebih adil.