Arti Kata "gelepot" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gelepot" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gelepot

ge·le·pot /gelépot/ a kotor berlumur lumpur dsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gelepot"

📝 Contoh Penggunaan kata "gelepot" dalam Kalimat

1.Setelah hujan lebat, jalan di kampung saya menjadi sangat gelap.
2.Kondisi tanah di daerah rawa sangat gelap karena terlalu banyak air.
3.Kantor saya berada di daerah yang gelap dan tidak terjangkau oleh listrik.
4.Saya harus berjalan melalui daerah gelap untuk mencapai tempat kerja saya.
5.Pada malam hari, kota ini menjadi gelap dan sunyi, kecuali cahaya lampu jalan.

📚 Artikel terkait kata "gelepot"

Mengenal Kata 'gelepot' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "gelepot" - Makna dan Konteksnya

Kata "gelepot" sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang kotor dan berlumur lumpur, debu, atau kotoran lainnya. Dalam konteks sejarah, kata ini berkembang dari kebiasaan masyarakat di daerah-daerah yang rawan banjir atau tanah liat lempung, di mana air hujan atau air sungai dapat menyebabkan tanah menjadi licin dan berlumpur. Dalam beberapa kasus, kata gelepot juga digunakan untuk menggambarkan kondisi jalan atau permukaan yang berlumpur karena hujan atau kelembaban tinggi. Dalam kehidupan sehari-hari, kata gelepot sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak nyaman atau tidak enak. Misalnya, "Saya tidak suka berjalan di jalan yang gelepot, karena kotoran dan lumpur dapat menyebabkan saya jatuh." Atau, "Setelah hujan, rumah saya menjadi gelepot karena air hujan masuk ke dalam rumah." Contoh lain, "Jalan di daerah pinggiran kota menjadi gelepot setelah banjir terjadi." Kata gelepot juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa kasus, kata ini digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak ideal atau tidak nyaman. Misalnya, "Kondisi infrastruktur di daerah tersebut sangat buruk, sehingga jalan menjadi gelepot dan tidak nyaman untuk dilewati." Atau, "Setelah hujan, keadaan lingkungan menjadi gelepot dan tidak seimbang." Dalam beberapa kasus, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan kondisi mental atau emosi yang tidak stabil atau tidak enak. Misalnya, "Saya merasa gelepot hati setelah mengalami kehilangan yang besar."