Arti Kata "gelimpang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gelimpang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gelimpang

ge·lim·pang, ber·ge·lim·pang v terbaring (di tanah dsb); menggeletak;
ber·ge·lim·pang·an v bergeletakan; berkaparan: mayat-mayat ~ di lapangan;
ter·ge·lim·pang v bergelimpang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gelimpang"

📝 Contoh Penggunaan kata "gelimpang" dalam Kalimat

1.Pemakaman di lapangan karena bencana alam membuat mayat-mayat bergelempang di tanah.
2.Kerusakan di jalan setelah hujan deras menyebabkan mobil-mobil bergelempang di sepanjang jalan.
3.Pada masa perang, tentara yang terluka bergelempang di lapangan medan.
4.Bukit setelah hujan deras bergelempang oleh air lumpur yang tak kunjung mengering.
5.Penghuni kota yang tidak pernah mengalami banjir terkejut melihat jalan utama bergelempang air.

📚 Artikel terkait kata "gelimpang"

Mengenal Kata 'gelimpang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Gelimpang" - Makna dan Contoh Penggunaan

Kata "gelimpang" memiliki makna yang cukup luas dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini berarti terbaring di tanah atau di tempat lain, menggeletak, atau bergeletakan. Dalam konteks historis, kata ini telah digunakan sejak zaman kolonial Belanda untuk menggambarkan kondisi tubuh yang terbaring atau tergeletak. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "gelimpang" sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak terduga atau berantakan. Contohnya, "Mayat-mayat gelimpang di lapangan setelah kecelakaan lalu lintas" atau "Kertas-kertas gelimpang di jalan setelah badai". Kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak stabil atau berubah-ubah, seperti "Harga saham gelimpang setelah krisis ekonomi". Dalam budaya Indonesia modern, kata "gelimpang" memiliki relevansi yang cukup penting. Dalam konteks sosial, kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak adil atau tidak berimbang. Contohnya, "Gaji yang gelimpang antara pekerja di perusahaan besar dan kecil" atau "Kemiskinan yang gelimpang di pedesaan dan perkotaan". Dalam konteks budaya, kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak harmonis atau tidak seimbang, seperti "Hubungan yang gelimpang antara suami istri yang sedang bercerai".