Arti Kata "reorientasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "reorientasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

reorientasi

re·o·ri·en·ta·si /réoriéntasi/ n peninjauan kembali wawasan (untuk menentukan sikap dsb): pemerintah negara itu mengadakan -- dl politik luar negeri dan dalam negeri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "reorientasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "reorientasi" dalam Kalimat

1.Pemerintah negara itu mengadakan reorientasi politik dalam negeri untuk memenuhi keinginan rakyat.
2.Dalam proses pembelajaran, guru meminta siswa untuk melakukan reorientasi terhadap konsep yang telah dipelajari sebelumnya.
3.Kisah novel tersebut menggambarkan proses reorientasi tokoh utama setelah mengalami kejadian tragis.
4.Dalam menghadapi tantangan ekonomi, perusahaan melakukan reorientasi strategis untuk meningkatkan keuntungan.
5.reorientasi nilai-nilai budaya merupakan proses yang sulit dilakukan oleh masyarakat yang telah menjalani tradisi lama selama bertahun-tahun.

📚 Artikel terkait kata "reorientasi"

Mengenal Kata 'reorientasi' - Inspirasi dan Motivasi

Reorientasi: Membangun Kembali Wawasan dan Sikap

Reorientasi adalah proses peninjauan kembali wawasan dan sikap untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di sekitar. Dalam konteks historis, reorientasi seringkali dilakukan oleh pemerintah untuk menyesuaikan kebijakan luar negeri dan dalam negeri dengan perubahan kondisi politik dan sosial. Dalam bahasa Indonesia, kata reorientasi diartikan sebagai "peninjauan kembali wawasan (untuk menentukan sikap dsb)". Dalam kehidupan sehari-hari, reorientasi seringkali dilakukan untuk menghadapi perubahan yang terjadi di sekitar. Misalnya, ketika suatu perusahaan mengalami kemerosotan keuangan, mereka mungkin melakukan reorientasi untuk menyesuaikan strategi bisnis dan meningkatkan efisiensi. Dalam konteks politik, reorientasi dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menyesuaikan kebijakan dengan perubahan kondisi sosial dan ekonomi. Contohnya, ketika suatu negara mengalami krisis ekonomi, pemerintah mungkin melakukan reorientasi untuk mencari solusi yang lebih efektif. Reorientasi juga sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dalam era digital, reorientasi dapat dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan tren sosial. Misalnya, ketika suatu perusahaan ingin meningkatkan penjualan produknya, mereka mungkin melakukan reorientasi untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif. Dalam konteks budaya, reorientasi dapat dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan nilai dan norma masyarakat. Contohnya, ketika suatu komunitas ingin meningkatkan kesadaran lingkungan, mereka mungkin melakukan reorientasi untuk memahami pentingnya perlindungan lingkungan dan mengambil tindakan yang lebih berkelanjutan.