Arti Kata "gelitar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gelitar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gelitar

ge·li·tar, meng·ge·li·tar v meronta-ronta; menggelodar: orang yg sakit saraf itu ~ hendak melepaskan diri dr pegangan para perawat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gelitar"

📝 Contoh Penggunaan kata "gelitar" dalam Kalimat

1.Pada awalnya, dia menggelitar untuk melepaskan diri dari pegangan perawat.
2.Selama wabah koronavirus, banyak orang yang menggelitari ketakutan akan penyakit itu.
3.Ibukota negara itu dikuasai oleh pemberontak yang menggelitar untuk merebut kekuasaan.
4.Dalam novel karya penulis ternama, karakter utama menggelitar di atas jembatan yang curam.
5.Pada saat itu, siswa tersebut menggelitar dan berguling-guling di lapangan karena terlalu gembira.

📚 Artikel terkait kata "gelitar"

Mengenal Kata 'gelitar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Gelitar" - Poin Kunci dalam Interaksi Manusia

Kata "gelitar" sering digunakan dalam konteks yang mencakup perilaku manusia yang mengalami gangguan saraf atau keadaan lain yang membuat mereka meronta-ronta. Istilah ini telah ada sejak lama dan terkait dengan kemampuan seseorang untuk mengelodorkan tubuhnya dalam situasi tertentu. Gelitar dapat menyebabkan masalah bagi pihak lain yang harus menangani situasi tersebut. Contoh penggunaan kata "gelitar" dapat dilihat dalam beberapa kalimat berikut. Seseorang yang mengalami gangguan saraf mungkin menjadi sangat gelitar ketika berada di dokter. Hal ini menyebabkan para perawat sulit menjaganya. Keluarga juga sering kali mengalami situasi yang melelahkan akibat gelitar anggota keluarga. Dalam kehidupan sehari-hari, gelitar dapat menyebabkan masalah dalam berbagai situasi. Orang yang mengalami gangguan saraf mungkin menjadi gelitar ketika berada di tempat umum. Dalam budaya Indonesia, gelitar sering kali diasosiasikan dengan keadaan yang tidak nyaman. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara menghadapi situasi gelitar dengan lebih efektif.