Arti Kata "porak-peranda" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "porak-peranda" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

porak-peranda

po·rak-pe·ran·da a porak poranda;
me·mo·rak-pe·ran·da·kan v memorak-porandakan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "porak-peranda"

📝 Contoh Penggunaan kata "porak-peranda" dalam Kalimat

1.Rumah porak-peranda setelah gempa bumi menimpa kota kami.
2.Saya merasa porak-peranda melihat keadaan lingkungan yang semakin kumuh.
3.Pembangunan porak-peranda di daerah itu membuat masyarakat kecewa.
4.Pengajar porak-peranda membuat murid-murid merasa tidak nyaman.
5.Ruang kerja yang porak-peranda membuat pegawai lelah dalam bekerja.

📚 Artikel terkait kata "porak-peranda"

Mengenal Kata 'porak-peranda' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "porak-peranda" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "porak-peranda" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan perilaku seseorang yang suka mengganggu atau merusak sesuatu. Namun, di balik makna umum ini, kata "porak-peranda" memiliki konteks historis dan sosial yang menarik. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata "porak-peranda" berasal dari bahasa Melayu, yang kemudian dikembangkan menjadi bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, "porak-peranda" digunakan untuk menggambarkan suku-suku di pedalaman Indonesia yang suka mengganggu dan merusak keamanan wilayah yang lebih maju. Namun, dalam konteks sosial, kata "porak-peranda" lebih sering digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang suka mengganggu atau merusak hubungan sosial. ### Contoh Penggunaan Kata "porak-peranda" * "Dia selalu menjadi porak-peranda di kantor, selalu mengganggu kerja orang lain." * "Dia adalah porak-peranda yang paling berpengaruh di komunitas, selalu mengganggu keamanan dan ketertiban." * "Dia selalu mencoba untuk menjadi porak-peranda di acara perayaan, tapi akhirnya dia malah menjadi bintang acara." ### Relevansi Kata "porak-peranda" dalam Kehidupan Sehari-Hari Kata "porak-peranda" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam budaya Indonesia, kehidupan sosial yang harmonis dan damai sangat penting. Oleh karena itu, perilaku porak-peranda dapat dianggap sebagai bentuk gangguan yang tidak diinginkan. Dalam beberapa kasus, kata "porak-peranda" bahkan digunakan sebagai label untuk menggambarkan perilaku seseorang yang suka mengganggu atau merusak keamanan dan ketertiban. Dalam kesimpulan, kata "porak-peranda" memiliki makna yang kompleks dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dalam percakapan sehari-hari, kata "porak-peranda" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang suka mengganggu atau merusak sesuatu. Namun, dalam konteks budaya Indonesia modern, kata "porak-peranda" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya dan keamanan.