Arti Kata "gerangan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gerangan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gerangan

ge·rang·an adv agaknya; kiranya; konon: siapa -- yg mengambilnya?

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gerangan"

📝 Contoh Penggunaan kata "gerangan" dalam Kalimat

1.Saya tidak bisa menemukan informasi tentang kata "gerangan" dalam kamus-kamus bahasa Indonesia.

📚 Artikel terkait kata "gerangan"

Mengenal Kata 'gerangan' - Inspirasi dan Motivasi

Kata Gerangan dalam Bahasa Indonesia: Makna, Contoh, dan Relevansi

Kata **gerangan** sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi apakah Anda tahu maknanya? Dalam arti resmi, **gerangan** merupakan kata bantu yang memiliki makna "agaknya; kiranya; konon". Ini berarti bahwa kata **gerangan** digunakan untuk menunjukkan keraguan atau ketidakpastian tentang sesuatu. Dalam konteks sejarah, kata **gerangan** muncul sebagai kata bantu yang digunakan untuk menunjukkan sumber informasi yang tidak pasti. Dalam kehidupan sehari-hari, kata **gerangan** digunakan dalam banyak kalimat yang alami. Misalnya, "Siapa **gerangan** yang mengambil barang itu?" atau "Dia bilang bahwa itu **gerangan** dia yang melakukannya". Dalam kedua contoh kalimat tersebut, kata **gerangan** digunakan untuk menunjukkan ketidakpastian tentang siapa yang melakukan sesuatu. Kata **gerangan** juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam budaya Indonesia modern. Dalam percakapan sehari-hari, kata **gerangan** digunakan untuk menunjukkan kesabaran atau kepasrahan dalam menghadapi situasi yang tidak pasti. Misalnya, jika Anda bertanya-tanya siapa yang memberi hadiah, Anda bisa menjawab "Siapa **gerangan** yang memberi hadiah itu?" dengan nada yang santai dan kepasrahan. Dengan demikian, kata **gerangan** menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang lebih hidup dan lebih mudah dipahami.