Arti Kata "gurah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gurah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gurah

1gu·rah v, ber·gu·rah v berkumur (membersihkan mulut dng air): ia ~ dng air yg dicampur getah angsana krn gusinya sakit;
meng·gu·rah v 1 membersihkan mulut dng air; 2 membersihkan tong (kulah dsb) dng air

2gu·rah n pohon yg buahnya dapat dipakai untuk menuba ikan; Sapium indicum

3gu·rah n pengobatan tradisional untuk mengeluarkan lendir dr dl tubuh dng ramuan cairan srigunggu yg diteteskan melalui hidung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gurah"

📝 Contoh Penggunaan kata "gurah" dalam Kalimat

1.Ibu meminta anaknya untuk berkumur dengan air dingin karena gusi sakit.
2.Pak Dokter memberi instruksi kepada pasiennya untuk menggurah mulut dengan air setelah operasi.
3.Ibu-ibu rumah tangga sering menggurah kulah dengan air sabun sebelum mencuci.
4.Saat berenang, aku harus menggurah kulah dengan air karena terlalu kotor.
5.Dokter meminta pasien untuk menggurah mulut dengan air sebagai langkah awal sebelum melakukan tes.

📚 Artikel terkait kata "gurah"

Mengenal Kata 'gurah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Gurah" - Kunci untuk Membersihkan Mulut dan Tong

Kata "gurah" memiliki makna yang unik dan khas dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini memiliki arti sebagai berikut: "1. ber-gurah v, berkumur (membersihkan mulut dng air): ia ~ dng air yg dicampur getah angsana krn gusinya sakit; meng-gurah v 1 membersihkan mulut dng air; 2 membersihkan tong (kulah dsb) dng air." Dalam konteks historis, kata ini mungkin digunakan oleh nenek moyang kita untuk membersihkan mulut dan tong dengan air. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "gurah" masih digunakan dalam berbagai kalimat. Misalnya, "Dia harus gurah mulutnya dengan air dingin karena sakit gigi," atau "Dia perlu gurah tongnya setelah mencuci piring." Contoh lainnya adalah, "Ayah gurah mulutnya dengan air getah angsana karena gusinya sakit." Dalam semua contoh ini, kata "gurah" memiliki makna yang jelas dan mudah dipahami. Dalam budaya Indonesia modern, kata "gurah" masih memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika kita makan makanan yang pedas, kita harus gurah mulut kita untuk menghilangkan rasa pedas. Atau, ketika kita mencuci piring, kita harus gurah tong kita untuk membersihkannya. Dalam semua hal ini, kata "gurah" memiliki peran penting dalam membuat kehidupan kita lebih nyaman dan seimbang.