Arti Kata "hendak hinggap tiada berkaki" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hendak hinggap tiada berkaki" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hendak hinggap tiada berkaki

Peribahasa ingin berbuat sesuatu, tetapi tidak mempunyai alat sebagai syaratnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hendak hinggap tiada berkaki"

📝 Contoh Penggunaan kata "hendak hinggap tiada berkaki" dalam Kalimat

1.Mahasiswa hendak hinggap tiada berkaki dalam menghadapi tugas-tugas akademis yang sulit.
2.Saya ingin membantu tetangga saya yang kesulitan, tapi saya sendiri hendak hinggap tiada berkaki dalam hal ekonomi.
3.Pemuda itu hendak hinggap tiada berkaki dalam mencari pekerjaan karena tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan.
4.Dalam novel itu, tokoh utama hendak hinggap tiada berkaki dalam mencari jalan keluar dari kesulitan hidupnya.
5.Guru hendak hinggap tiada berkaki dalam memberikan materi pelajaran kepada murid yang tidak mau belajar.

📚 Artikel terkait kata "hendak hinggap tiada berkaki"

Mengenal Kata 'hendak hinggap tiada berkaki' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "hendak hinggap tiada berkaki" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "hendak hinggap tiada berkaki" adalah salah satu peribahasa yang populer digunakan dalam bahasa Indonesia. Peribahasa ini memiliki makna yang menarik, yaitu ingin berbuat sesuatu, tetapi tidak mempunyai alat sebagai syaratnya. Kata ini memiliki asal-usul yang menarik, karena pada zaman dulu, hinggap sering digunakan sebagai tempat beristirahat bagi hewan atau manusia yang lelah. Peribahasa ini sering digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari, seperti ketika seseorang ingin memulai suatu proyek, tetapi tidak memiliki sumber daya yang cukup. Mereka mungkin berpikir, "Saya ingin memulai bisnis ini, tapi saya tidak memiliki modal yang cukup, sehingga saya hanya bisa berharap dan berdoa." Dalam kasus ini, orang tersebut berada pada situasi "hendak hinggap tiada berkaki," karena mereka ingin melakukan sesuatu, tapi tidak memiliki alat yang cukup untuk mencapainya. Contoh penggunaan kata "hendak hinggap tiada berkaki" dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: - "Dia ingin menjadi seorang pilot, tapi tidak memiliki uang untuk membayar kuliah di sekolah penerbangan." - "Kami ingin membangun rumah, tapi tidak memiliki biaya yang cukup untuk membeli bahan bangunan." Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "hendak hinggap tiada berkaki" dapat digunakan sebagai motivasi untuk mencari solusi dan alat yang dibutuhkan. Orang-orang mungkin berpikir, "Saya tidak memiliki modal yang cukup, tapi saya tidak akan menyerah. Saya akan mencari cara untuk memenuhi kebutuhan saya." Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa ini dapat digunakan untuk mengajarkan seseorang untuk jujur dengan diri sendiri dan mencari solusi yang tepat untuk mencapai tujuan mereka.