Arti Kata "heterodoks" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "heterodoks" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

heterodoks

he·te·ro·doks /héterodoks/ a menyimpang dr kepercayaan resmi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "heterodoks"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "heterodoks" dalam Kalimat

1.Mahasiswa tersebut dianggap heterodoks karena menolak menerima pendapat guru.
2.Guru memuji muridnya yang berani menjadi heterodoks dan menunjukkan keberanian berpikir.
3.Dalam sejarah, para filsuf heterodoks seperti Galileo Galilei menentang dogma yang telah ada.
4.Masyarakat lokal menganggap imam baru mereka sebagai orang heterodoks karena memperkenalkan agama baru.
5.Pengajar mengingatkan bahwa penelitian ilmiah tidak bisa menjadi heterodoks terhadap fakta-fakta yang telah terbukti.

πŸ“š Artikel terkait kata "heterodoks"

Mengenal Kata 'heterodoks' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Heterodoks" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "heterodoks" memang tidak asing lagi bagi kita, terutama di kalangan para peminat bahasa dan sastra. Namun, apakah kamu sudah tahu apa itu heterodoks dan bagaimana maknanya dapat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari? Heterodoks adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "menyimpang dr kepercayaan resmi". Dalam konteks sejarah, kata ini seringkali digunakan untuk menggambarkan aliran pikiran atau kepercayaan yang berbeda dengan kepercayaan resmi atau mainstream.

Contoh Penggunaan Kata Heterodoks

Kata heterodoks dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam sebuah artikel tentang sejarah agama, kamu dapat menggunakan kata ini untuk menggambarkan aliran kepercayaan yang berbeda dengan kepercayaan resmi. Contohnya, "Aliran heterodoks dalam Kristen berbeda dengan kepercayaan resmi, namun masih memiliki pengaruh besar pada perkembangan agama." Atau, dalam sebuah artikel tentang filsafat, kamu dapat menggunakan kata ini untuk menggambarkan aliran pikiran yang berbeda dengan aliran pikiran mainstream. Contohnya, "Filsuf heterodoks seperti Nietzsche dan Camus memiliki pandangan yang berbeda tentang kehidupan dan kemanusiaan."

Relevansi Kata Heterodoks dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata heterodoks juga dapat digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam sebuah artikel tentang kebebasan berekspresi, kamu dapat menggunakan kata ini untuk menggambarkan kebebasan seseorang untuk memiliki pikiran dan kepercayaan yang berbeda dengan yang lain. Contohnya, "Di Indonesia, kita memiliki kebebasan untuk memiliki kepercayaan dan pikiran heterodoks, namun kita juga harus menghargai perbedaan dan kebebasan orang lain." Dengan demikian, kata heterodoks dapat membantu kita memahami pentingnya kebebasan berekspresi dan kebebasan berpikir.