Arti Kata "jagabela" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jagabela" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jagabela

ja·ga·be·la /jagabéla/ Jw n 1 pengawal pribadi raja pd zaman Diponegoro; 2 prajurit pengawas disiplin

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jagabela"

📝 Contoh Penggunaan kata "jagabela" dalam Kalimat

1.Pada zaman kolonial, pasukan penjaga raja Diponegoro disebut jagabela.
2.Sebagai seorang lulusan akademi militer, aku pernah bertugas sebagai jagabela di komando pasukan elit.
3.Dalam sejarah Indonesia, jagabela dikenal sebagai pasukan pengawal pribadi yang setia dan berdisiplin tinggi.
4.Pada masa perang, jagabela memainkan peran penting dalam membela negara dari serangan musuh.
5.Di sekolah, kami diajarkan tentang sejarah jagabela sebagai salah satu contoh pasukan yang berani dan tak gentar menghadapi tantangan.

📚 Artikel terkait kata "jagabela"

Mengenal Kata 'jagabela' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jagabela" - Pengawal Pribadi Raja di Zaman Bela Negara

Kata "jagabela" seringkali terdengar asing bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang tidak terlalu akrab dengan sejarah Indonesia. Namun, kata ini memiliki makna yang sangat penting dalam konteks sejarah dan budaya Indonesia. Jagabela adalah sebutan untuk pengawal pribadi raja pada zaman Bela Negara, sebuah era di mana para raja dan bangsawan memerintah dengan kekuasaan yang absolut. Pada masa itu, jagabela berperan sebagai prajurit pengawas disiplin yang bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan raja dan keluarganya. Mereka adalah orang-orang yang paling dipercaya dan memiliki integritas yang tinggi, sehingga mereka bisa dipercaya untuk menjalankan tanggung jawab yang sangat penting ini. Dalam sejarah, jagabela juga terdapat pada masa Diponegoro, dimana mereka berperan sebagai prajurit yang berjuang melawan penjajah Belanda. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak lagi melihat jagabela sebagai pengawal pribadi raja, namun konsep pembela dan pengawal masih sangat relevan. Sebagai contoh, kita dapat melihat polisi atau penjaga keamanan sebagai jagabela modern, yang bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat. Kita juga dapat melihat para atlet atau penjaga sebagai jagabela lainnya, yang harus menjaga keselamatan dan keamanan tim atau komunitasnya. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa konsep jagabela masih sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari kita.