Arti Kata "hiperestesia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hiperestesia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hiperestesia

hi·per·es·te·sia /hiperéstésia/ n Dok kepekaan kulit berlebihan thd rangsangan raba

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hiperestesia"

📝 Contoh Penggunaan kata "hiperestesia" dalam Kalimat

1.Penderita hiperestesia sering mengeluhkan kulit yang sangat sensitif terhadap sentuhan.
2.Dia harus menghindari berbagai bahan kimia yang dapat memicu reaksi alergi karena hiperestesia kulitnya.
3.Dokter menyarankan pasien untuk mengurangi kepekaan kulitnya dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu.
4.Kebayang saja jika kulitmu terlalu sensitif, seperti penderita hiperestesia, dan setiap sentuhan terasa membakar.
5.Dalam melakukan pemeriksaan fisik, dokter harus berhati-hati karena beberapa pasien memiliki hiperestesia kulit yang sangat kuat.

📚 Artikel terkait kata "hiperestesia"

Mengenal Kata 'hiperestesia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hiperestesia" - Inspirasi dan Motivasi

Kata hiperestesia mungkin tidak asing bagi mereka yang memiliki kepekaan kulit yang tinggi. Doktor kepekaan kulit yang berlebihan ini dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman atau bahkan mengalami reaksi alergi ketika tersentuh oleh suatu rangsangan fisik. Kata hiperestesia sendiri memiliki asal kata dari bahasa Yunani, yaitu hyper yang berarti "lebih dari" dan aisthesis yang berarti "kesadaran" atau "perasaan". Pada dasarnya, hiperestesia adalah kondisi kesehatan yang umum terjadi pada banyak orang. Namun, beberapa orang mungkin lebih rentan terhadap kondisi ini karena faktor genetik, lingkungan, atau bahkan kebiasaan hidup. Contohnya, seseorang yang memiliki kepekaan kulit yang tinggi mungkin akan merasa tidak nyaman ketika menyentuh bahan-bahan tertentu, seperti karet atau logam. Hiperestesia juga dapat ditemukan dalam berbagai konteks lainnya. Misalnya, seseorang yang memiliki kepekaan terhadap suara yang keras mungkin akan merasa tidak nyaman ketika berada di tempat yang ramai. Atau, seseorang yang memiliki kepekaan terhadap bau yang kuat mungkin akan merasa tidak nyaman ketika berada di dekat toilet umum. Dengan demikian, hiperestesia dapat menjadi suatu tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, hiperestesia dapat menjadi suatu hal yang perlu dipahami dan dikelola dengan baik. Misalnya, seseorang yang memiliki kepekaan kulit yang tinggi mungkin perlu berhati-hati ketika berada di luar rumah, karena cuaca ekstrem dapat memicu reaksi alergi. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mengelola hiperestesia dengan baik agar dapat menikmati kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman dan sehat.