Arti Kata "imobilisasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "imobilisasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

imobilisasi

imo·bi·li·sa·si n Bio pengubahan bentuk inorganik unsur hara menjadi bentuk organiknya sbg hasil asimilasi unsur tsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "imobilisasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "imobilisasi" dalam Kalimat

1.Pada proses fotosintesis, tanaman melakukan imobilisasi unsur nitrogen dari udara menjadi bentuk organik.
2.Sampah yang tidak diolah dapat merusak lingkungan dan mengalami imobilisasi unsur hara penting.
3.Dalam proses industri, imobilisasi enzim digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi produk kimia.
4.Penelitian ilmiah tentang imobilisasi mikroorganisme menjadi topik utama dalam bidang bioteknologi.
5.Pada kegiatan pertanian, imobilisasi unsur hara penting untuk meningkatkan kualitas hasil panen.

📚 Artikel terkait kata "imobilisasi"

Mengenal Kata 'imobilisasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Imobilisasi" - Proses Peralihan Unsur Hara

Kata "imobilisasi" seringkali digunakan dalam konteks ilmiah, terutama dalam bidang biologi dan kimia. Namun, apa sebenarnya makna umum dan konteks historis/sosial dari kata ini? Imobilisasi adalah proses pengubahan bentuk inorganik unsur hara menjadi bentuk organiknya sebagai hasil asimilasi unsur tersebut. Dalam konteks sejarah, konsep imobilisasi telah dikenal sejak lama dalam ilmu kimia dan biologi, tetapi pada abad ke-20, istilah ini menjadi lebih populer dalam penelitian tentang tanah dan lingkungan.

Contoh Penggunaan Imobilisasi dalam Praktik

Dalam kehidupan sehari-hari, imobilisasi memiliki aplikasi yang luas. Misalnya, dalam penelitian tentang efisiensi penanaman tanaman, para ilmuwan menemukan bahwa imobilisasi unsur hara dapat meningkatkan hasil panen. Dalam hal ini, imobilisasi berperan sebagai proses pengubahan bentuk unsur hara inorganik menjadi bentuk organik yang dapat diserap oleh tanaman. Contoh lain, dalam pengolahan limbah industri, imobilisasi zat-zat berbahaya dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Relevansi Imobilisasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam budaya Indonesia modern, imobilisasi memiliki relevansi yang lebih luas dari sekedar proses ilmiah. Misalnya, dalam konteks sustainability dan green technology, imobilisasi dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan demikian, imobilisasi menjadi salah satu konsep yang penting dalam upaya menjaga keseimbangan alam dan meningkatkan kualitas hidup manusia.