Arti Kata "istimna" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "istimna" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

istimna

is·tim·na n pengeluaran mani dng tangan; onani

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "istimna"

📝 Contoh Penggunaan kata "istimna" dalam Kalimat

1.Berikut adalah lima contoh kalimat dalam bahasa Indonesia yang menggunakan kata "istimna":
2.Penggunaan istimna secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental dan fisik pada penderitanya.
3.Konselor psikologi mengajarkan teknik mengelola stres dan menghindari istimna sebagai salah satu cara mengatasi kecemasan.
4.Dalam beberapa budaya, istimna dianggap sebagai tabu dan tidak perlu disebutkan secara terbuka.
5.Penggunaan istimna sebagai hiburan seksual harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak menyebabkan gangguan pada diri sendiri atau orang lain.

📚 Artikel terkait kata "istimna"

Mengenal Kata 'istimna' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "istimna" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "istimna" memiliki makna yang sangat sensitif dan spesifik dalam bahasa Indonesia. Istilah ini mengacu pada tindakan mengeluarkan mani dengan cara mengetuk kemaluan sendiri, biasanya dilakukan secara diam-diam. Dalam konteks historis, istimna seringkali dianggap sebagai tindakan yang tidak pantas dan diharamkan oleh beberapa agama dan budaya. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, istimna masih menjadi fenomena yang umum dan dialami oleh banyak orang. Berikut beberapa contoh penggunaan kata istimna dalam kalimat yang alami: * "Dia merasa kesepian dan melakukan istimna untuk menghilangkan rasa bosan." * "Dia tidak bisa mengendalikan nafsunya dan melakukan istimna meskipun sedang dalam keadaan sadar." * "Dia merasa takut untuk membicarakan istimna kepada teman-temannya karena khawatir mereka akan menertawainya." Dalam budaya Indonesia modern, istimna seringkali dianggap sebagai tindakan yang tidak pantas dan diharamkan oleh beberapa agama. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ada perubahan paradigma dalam cara masyarakat Indonesia membicarakan topik ini. Banyak orang mulai membicarakan istimna dan mencari informasi tentang cara mengatasinya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mulai lebih terbuka dan percaya diri untuk membicarakan topik yang sensitif ini.