Arti Kata "janjang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "janjang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

janjang

jan·jang n tangga; jenjang;
tiada kayu -- dikeping, pb suatu hal yg tidak dapat ditangguhkan, kalau tidak, akan mendatangkan malu;
ber·jan·jang v bertangga; berjenjang;
~ naik, bertangga turun, pb menurut derajat dan kedudukan masing-masing; menurut aturan yg lazim berlaku

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "janjang"

📝 Contoh Penggunaan kata "janjang" dalam Kalimat

1.Karyawan itu sangat malu karena tidak bisa menyelesaikan proyeknya tepat waktu, suatu janjang yang sangat tidak diinginkan.
2.Pada hari ulang tahunnya, dia berjanjang ke atas panggung untuk menerima penghargaan dari bosnya.
3.Dalam perjalanan karirnya, dia berusaha untuk berjanjang menuju posisi yang lebih tinggi.
4.Dia merasa sangat malu karena tidak bisa menyelesaikan tugasnya, suatu janjang yang akan mendatangkan malu bagi keluarganya.
5.Dalam konteks sejarah, perang Salib dapat diibaratkan sebagai janjang yang melewati benua-benua dan menyebabkan kerusakan besar.

📚 Artikel terkait kata "janjang"

Mengenal Kata 'janjang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Janjang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "janjang" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini dapat diartikan sebagai tangga, jenjang, atau hal yang tidak dapat ditangguhkan. Dalam konteks sejarah, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses pendakian ke puncak atau kesuksesan. Dalam masyarakat modern, kata ini digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak dapat dihindarkan atau malu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "janjang" digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Dia harus naik janjang karirnya untuk mencapai posisi yang diinginkannya." Atau, "Dia tidak mau menghadapi janjang kesulitan yang dihadapinya." Dalam kalimat-kalimat ini, kata "janjang" digunakan untuk menggambarkan proses pendakian atau keadaan yang tidak dapat dihindarkan. Dalam budaya Indonesia modern, kata "janjang" memiliki relevansi yang sangat penting. Misalnya, dalam konteks pendidikan, anak didik harus siap menghadapi janjang kesulitan yang dihadapi di sekolah. Atau, dalam konteks karir, seseorang harus siap menghadapi janjang tanggung jawab yang dihadapi di tempat kerja. Dalam keseluruhan, kata "janjang" digunakan untuk menggambarkan proses pendakian atau keadaan yang tidak dapat dihindarkan, dan memiliki relevansi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.