Arti Kata "jayapatra" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jayapatra" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jayapatra

ja·ya·pa·tra n Ark prasasti yg berisi keputusan pengadilan tt utang-piutang (msl prasasti Guntur 907 M) atau kewarganegaraan (msl prasasti Wurudu Kidul 922 M)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jayapatra"

📝 Contoh Penggunaan kata "jayapatra" dalam Kalimat

1.Di museum, kita dapat melihat prasasti jayapatra dari zaman kerajaan Majapahit yang sangat penting.
2.Pengadilan menggunakan jayapatra untuk mencatat keputusan hukum yang sangat penting dalam masyarakat.
3.Pada saat itu, jayapatra digunakan sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah utang piutang di masyarakat.
4.Seorang sejarawan meneliti prasasti jayapatra dari abad ke-10 untuk memahami kehidupan masyarakat pada saat itu.
5.Di sekolah, siswa belajar tentang jayapatra sebagai contoh prasasti yang penting dalam sejarah Indonesia.

📚 Artikel terkait kata "jayapatra"

Mengenal Kata 'jayapatra' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Jayapatra" - Sejarah dan Relevansi dalam Budaya Indonesia

Pada zaman kuno, Jayapatra memiliki makna yang sangat penting sebagai prasasti yang berisi keputusan pengadilan tentang utang-piutang maupun kewarganegaraan. Prasasti-prasasti ini biasanya dibuat dalam bentuk tulisan pada batu atau media lainnya, seperti yang terlihat pada prasasti Guntur pada tahun 907 M. Dengan demikian, Jayapatra menjadi sumber informasi yang berharga tentang sejarah hukum dan masyarakat Indonesia kuno. Dalam kalimat yang alami, Jayapatra dapat dijumpai dalam berbagai konteks. Misalnya, "Prasasti Guntur merupakan salah satu contoh Jayapatra yang mencatat keputusan pengadilan tentang utang-piutang pada masa itu." Atau, "Pada tahun 922 M, prasasti Wurudu Kidul juga merupakan Jayapatra yang berisi keputusan pengadilan tentang kewarganegaraan." Dengan demikian, pentingnya Jayapatra sebagai sumber sejarah dan informasi menjadi jelas. Dalam kehidupan sehari-hari, Jayapatra memiliki relevansi yang signifikan dalam budaya Indonesia modern. Dalam beberapa kasus, Jayapatra digunakan sebagai inspirasi bagi para seniman dan penulis untuk menggambarkan kehidupan sosial dan politik pada masa lalu. Selain itu, Jayapatra juga digunakan sebagai sumber informasi yang berharga dalam penelitian sejarah dan budaya. Dengan demikian, Jayapatra menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang perlu dihargai dan dipelajari.