Arti Kata "jelantah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jelantah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jelantah

je·lan·tah n minyak goreng sisa, bekas dipakai untuk menggoreng

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jelantah"

📝 Contoh Penggunaan kata "jelantah" dalam Kalimat

1.Pembuangan jelantah ke sungai sungguh menimbulkan pencemaran lingkungan.
2.Pedagang makanan harus mengawasi dengan saksama jelantah yang dihasilkan dari kegiatan menggoreng.
3.Dalam proses pembuatan minyak goreng, jelantah yang telah kering dapat digunakan sebagai bahan bakar.
4.Ibu rumah tangga harus membuang jelantah dengan benar agar tidak mencemarkan lingkungan sekitar.
5.Dalam novel laris, penulis menggambarkan keluarga yang hidup sederhana dengan hanya memiliki sedikit jelantah.

📚 Artikel terkait kata "jelantah"

Mengenal Kata 'jelantah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Jelantah" - Inspirasi dari Makanan Tradisional

Kata "jelantah" sering kali membawa kita kembali ke masa lalu, ketika makanan tradisional masih sangat populer. Dalam bahasa Indonesia, jelantah memiliki arti sebagai minyak goreng sisa, bekas dipakai untuk menggoreng. Kata ini memiliki makna yang sangat spesifik dan terkait erat dengan kebiasaan makanan masyarakat Indonesia. Dalam konteks historis dan sosial, jelantah sering kali disebutkan dalam konteks makanan yang tidak lagi enak atau layak untuk dikonsumsi. Namun, pada masa lalu, jelantah masih digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat berbagai makanan tradisional, seperti sambal atau krupuk. Kita dapat melihat bahwa jelantah memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Contoh penggunaan kata jelantah dalam kalimat yang alami adalah: "Dia membuang jelantah ke tempat sampah setelah selesai menggoreng makanan." Atau, "Kita dapat membuat sambal menggunakan jelantah yang masih layak untuk digunakan." Dalam kedua kalimat tersebut, kita dapat melihat bahwa kata jelantah digunakan dalam konteks yang sangat spesifik dan terkait erat dengan kebiasaan makanan masyarakat Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, jelantah masih sangat relevan dan memiliki peran yang sangat penting. Banyak masyarakat Indonesia masih menggunakan jelantah untuk membuat berbagai makanan tradisional, seperti sambal atau krupuk. Selain itu, jelantah juga dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat berbagai produk lainnya, seperti minyak goreng atau sabun. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata jelantah masih sangat relevan dan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.