Arti Kata "langkup" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "langkup" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

langkup

1lang·kup v, ter·lang·kup v terbalik; tertelungkup: perahu yg karam itu ~

2lang·kup n, lang·kup·an n petak pembagi air, biasanya merupakan bagian dr suatu satuan tambak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "langkup"

📝 Contoh Penggunaan kata "langkup" dalam Kalimat

1.Perahu yang karam itu terlangkup di dasar laut.
2.Ketika cuaca buruk, perahu nelayan terlangkup di gelombang besar.
3.Pemain bola terlangkup di lapangan karena cedera.
4.Dalam cerita rakyat, raja terlangkup di bawah tangga saat bermain dengan putrinya.
5.Pada pesta pernikahan, tamu-tamu terlangkup di atas koran karena kegembiraan.

📚 Artikel terkait kata "langkup"

Mengenal Kata 'langkup' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "langkup" - Makna dan Penggunaan dalam Bahasa Indonesia

Kata langkup memiliki makna yang menarik dalam bahasa Indonesia. Secara umum, langkup berarti terbalik atau tertelungkup, seperti perahu yang karam. Konteks historis dan sosial dari kata ini biasanya terkait dengan situasi di laut atau perairan. Dalam penggunaan sehari-hari, kata langkup sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak terduga atau tidak stabil. Misalnya, "Perahu itu langkup karena terkena gelombang besar." Atau, "Kehidupan ini sering langkup karena perubahan yang tidak terduga." Dalam kalimat lain, "Kapal perang itu langkup setelah diserang musuh." Perlu diingat bahwa kata langkup dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti kehidupan sehari-hari, budaya, atau bahkan dalam peribahasa. Dalam kehidupan sehari-hari, kata langkup memiliki relevansi penting. Misalnya, dalam situasi konflik, kita sering mengalami keadaan yang langkup, seperti kehilangan arah atau kehilangan kendali. Dalam budaya Indonesia modern, kata langkup juga digunakan dalam konteks yang lebih positif, seperti dalam peribahasa "Jangan langkup dalam kehidupan, karena itu akan membuatmu lemah." Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata langkup memiliki makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks.