Arti Kata "jengkerik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jengkerik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jengkerik

jeng·ke·rik ? jangkrik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jengkerik"

📝 Contoh Penggunaan kata "jengkerik" dalam Kalimat

1.Di hutan, jengkerik berkerumun di tanah basah dan menunggu waktu makan.
2.Dalam bahasa daerah, jengkerik adalah hewan yang sering digunakan sebagai simbol keberuntungan.
3.Banyak anak-anak yang suka memelihara jengkerik sebagai hewan peliharaan.
4.Di festival folklor, jengkerik digunakan sebagai instrumen musik unik.
5.Saat malam, suara jengkerik menyebar ke seluruh desa dan membuat semua orang merasa tenang.

📚 Artikel terkait kata "jengkerik"

Mengenal Kata 'jengkerik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Jengkerik" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "jengkerik" mungkin terdengar asing bagi beberapa orang, namun dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki makna yang cukup luas. Jengkerik dapat diartikan sebagai "jangkrik" atau bahkan "ngekek" dalam konteks tertentu. Dalam sejarah, kata ini telah digunakan untuk menggambarkan suara-suara unik yang dihasilkan oleh hewan kecil seperti jangkrik. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering mendengar kata jengkerik dalam kalimat-kalimat yang tidak formal. Misalnya, ketika sedang berjalan di hutan dan mendengar suara-suara aneh dari semak-semak, kita mungkin berkata "Aduh, jengkerik sekali!" atau "Saya tidak suka bunyi jengkerik ini". Contoh lain, ketika sedang berbicara dengan teman dan mendengar suara-suara gembira mereka, kita mungkin berkata "Hei, jengkerik sekali kamu!". Kata jengkerik juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Dalam beberapa kesempatan, kata ini digunakan untuk menggambarkan suasana hati yang gembira dan ceria. Misalnya, ketika sedang berpartai dengan teman-teman dan mendengar musik yang gembira, kita mungkin berkata "Saya merasa jengkerik sekali!" atau "Saya suka suasana jengkerik ini".