Arti Kata "mazkur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mazkur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mazkur

maz·kur v, ter·maz·kur v tersebut; termaktub

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mazkur"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "mazkur" dalam Kalimat

1.Dalam dokumen resmi, mazkur dinyatakan sebagai syarat utama pelaksanaan proyek.
2.Dalam konteks hukum, mazkur merupakan salinan dokumen yang sah untuk digunakan sebagai bukti.
3.Dalam kegiatan sehari-hari, aku tidak menyadari bahwa mazkur adalah sesuatu yang sangat penting.
4.Dalam karya sastra, mazkur digunakan sebagai judul cerita yang unik dan menarik.
5.Dalam pendidikan, mahasiswa wajib memahami arti mazkur dalam konteks teks akademik.

πŸ“š Artikel terkait kata "mazkur"

Mengenal Kata 'mazkur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mazkur" - Inspirasi dan Motivasi

Kata mazkur memang tidak asing lagi bagi banyak orang, terutama mereka yang pernah belajar bahasa Indonesia di sekolah. Namun, apakah Anda sudah tahu apa makna sebenarnya dari kata ini? Mazkur merupakan kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki arti resmi "tersebut" atau "termaktub". Kata ini sering digunakan dalam konteks resmi, seperti dalam dokumen hukum, perjanjian, atau surat-surat penting. Dalam sejarah, kata mazkur telah digunakan sejak zaman kolonial Belanda. Pada saat itu, bahasa Belanda menjadi bahasa pengantar resmi, dan kata-kata bahasa Belanda banyak digunakan dalam bahasa Indonesia. Namun, setelah kemerdekaan, bahasa Indonesia mulai dikembangkan dan dikembangkan untuk menjadi bahasa yang lebih maju dan modern. Mazkur tetap digunakan sebagai kata yang efektif dalam konteks resmi. Contoh penggunaan kata mazkur dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: "Karena mazkur, kami berharap agar perjanjian ini dapat dipahami dengan baik oleh semua pihak." Atau, "Dokumen mazkur telah ditandatangani oleh kedua belah pihak dan telah disetujui." Mazkur memang sangat berguna dalam konteks resmi, terutama dalam hal komunikasi dan negosiasi. Kata mazkur juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dalam konteks budaya, kata ini sering digunakan dalam acara-acara resmi, seperti pernikahan, upacara, atau acara-acara penting lainnya. Dalam konteks modern, kata mazkur tetap digunakan dalam dokumen-dokumen resmi, seperti perjanjian, kontrak, atau surat-surat penting lainnya. Jadi, tidak ada salahnya jika Anda menggunakan kata mazkur dalam konteks yang tepat, karena kata ini sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia dan budaya kita.