Arti Kata "jikalau di hulu airnya keruh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jikalau di hulu airnya keruh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jikalau di hulu airnya keruh

Peribahasa jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jikalau di hulu airnya keruh"

📝 Contoh Penggunaan kata "jikalau di hulu airnya keruh" dalam Kalimat

1.jikalau di hulu airnya keruh, di hilir pasti pahit.
2.Kita harus sadar bahwa anak-anak muda yang terlibat dalam tindakan terlarang biasanya akan terus melakukannya jika tidak ada perubahan.
3.Ia adalah contoh yang tepat dari peribahasa "jikalau di hulu airnya keruh".
4.Sebagai pendidik, kita harus mengajarkan nilai-nilai positif kepada anak-anak agar mereka tidak seperti orang yang "di hulu airnya keruh".
5.Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat orang-orang yang memiliki perilaku buruk yang sebenarnya sudah ada dari dahulu.

📚 Artikel terkait kata "jikalau di hulu airnya keruh"

Mengenal Kata 'jikalau di hulu airnya keruh' - Inspirasi dan Motivasi

#

Mengenal Kata "jikalau di hulu airnya keruh" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "jikalau di hulu airnya keruh" adalah sebuah peribahasa yang populer di Indonesia. Peribahasa ini memiliki makna yang sangat dalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Makna umum dari peribahasa ini adalah "jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya". Artinya, jika seseorang memiliki sifat buruk atau jahat dari awal, maka kelakuan atau tindakannya juga akan buruk. Peribahasa "jikalau di hulu airnya keruh" memiliki konteks historis yang menarik. Dalam bahasa Indonesia kuno, kata "hulu" merujuk pada sumber atau asal sesuatu. Jadi, jika air di hulu sudah keruh, maka air yang mengalir ke bawah juga akan keruh. Hal ini menunjukkan bahwa sifat atau kualitas suatu benda atau orang tidak dapat berubah secara tiba-tiba. Peribahasa ini juga memiliki relevansi dengan konsep "kekuatan sumber" atau "aspek asal".

Contoh Penggunaan Kata "jikalau di hulu airnya keruh" dalam Kalimat

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "jikalau di hulu airnya keruh" dalam kalimat yang alami: - Saya tidak bisa percaya bahwa dia masih memiliki sifat baik, jikalau di hulu airnya keruh. - Jikalau di hulu airnya keruh, maka air yang mengalir ke bawah juga akan keruh. - Orang yang memiliki sifat buruk dari awal, jikalau di hulu airnya keruh, maka tidak akan pernah berubah menjadi baik.

Relevansi Kata "jikalau di hulu airnya keruh" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Peribahasa "jikalau di hulu airnya keruh" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia bisnis, perusahaan yang memiliki sifat buruk dari awal, jikalau di hulu airnya keruh, maka tidak akan pernah berhasil sukses. Bahkan, perusahaan yang memiliki sifat baik dari awal, jikalau di hulu airnya keruh, maka akan sangat sulit untuk berubah menjadi baik. Dalam kehidupan pribadi, peribahasa "jikalau di hulu airnya keruh" juga memiliki relevansi yang sangat besar. Jika seseorang memiliki sifat buruk dari awal, maka kelakuan atau tindakannya juga akan buruk. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih teman atau rekan kerja yang memiliki sifat baik dari awal, jikalau di hulu airnya keruh. Dalam kesimpulan, peribahasa "jikalau di hulu airnya keruh" adalah sebuah kata yang sangat penting dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna dan konteks historis dari peribahasa ini, kita dapat memiliki inspirasi dan motivasi untuk menjadi manusia yang lebih baik.