Arti Kata "jiwa bergantung di ujung rambut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jiwa bergantung di ujung rambut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jiwa bergantung di ujung rambut

Peribahasa selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jiwa bergantung di ujung rambut"

📝 Contoh Penggunaan kata "jiwa bergantung di ujung rambut" dalam Kalimat

1.Saya selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya, jiwa bergantung di ujung rambut.
2.Dia merasa sangat khawatir mengenai masa depan anaknya, jiwa bergantung di ujung rambutnya.
3.Orang tua tidak pernah tenang, jiwa bergantung di ujung rambut mereka.
4.Sebagai seorang ayah, dia merasa bertanggung jawab untuk meninggalkan warisan yang baik bagi anaknya, jiwa bergantung di ujung rambutnya.
5.Dalam hidup ini, tiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan yang menentukan nasibnya, jiwa bergantung di ujung rambut.

📚 Artikel terkait kata "jiwa bergantung di ujung rambut"

Mengenal Kata 'jiwa bergantung di ujung rambut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jiwa bergantung di ujung rambut" - Inspirasi dan Motivasi

Arti dan Makna

Peribahasa "jiwa bergantung di ujung rambut" memiliki makna yang sangat mendalam dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, peribahasa ini berarti selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya. Peribahasa ini muncul dalam konteks masyarakat tradisional, di mana kehidupan seseorang dipenuhi dengan tantangan dan ketidakpastian. Mereka hidup dengan sederhana, tergantung pada nasib dan keberuntungan untuk menentukan kesejahteraan mereka.

Contoh Penggunaan

Peribahasa "jiwa bergantung di ujung rambut" seringkali digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggambarkan seseorang yang selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya. Berikut beberapa contoh penggunaan peribahasa ini dalam kalimat yang alami: - "Dia selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya, seperti jiwa bergantung di ujung rambut yang tidak pernah yakin akan keberuntungannya." - "Dia sangat khawatir tentang masa depannya, seperti seseorang yang memiliki jiwa bergantung di ujung rambut yang tidak pernah yakin akan keberhasilannya." - "Dia selalu berharap untuk mendapatkan keberuntungan, seperti seseorang yang memiliki jiwa bergantung di ujung rambut yang selalu bergantung pada nasibnya."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Peribahasa "jiwa bergantung di ujung rambut" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks masyarakat modern yang semakin kompleks dan tidak pasti. Banyak orang yang masih mengalami ketidakpastian dan kegelisahan dalam kehidupan mereka, dan peribahasa ini masih dapat digunakan untuk menggambarkan perasaan mereka. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa ini dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk menghadapi tantangan dan ketidakpastian dalam kehidupan. Dengan memahami makna peribahasa ini, kita dapat lebih siap menghadapi kesulitan dan mengoptimalkan keberuntungan kita.