Arti Kata "jukstaposisi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jukstaposisi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jukstaposisi

juk·sta·po·si·si n penempatan dua objek secara berdampingan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jukstaposisi"

📝 Contoh Penggunaan kata "jukstaposisi" dalam Kalimat

1.Dalam pidato presiden, dia menggunakan jukstaposisi untuk menghubungkan dua kalimat yang berkaitan tentang kebijakan ekonomi.
2.Bacaan novel menggambarkan kehidupan seorang pelajar dengan jukstaposisi yang efektif untuk menggambarkan suasana hati tokoh.
3.Dalam prosa sastra, penulis menggunakan jukstaposisi untuk menggambarkan kontras antara kehidupan di pedesaan dan kota.
4.Sebagai seorang guru, saya memberikan contoh jukstaposisi kepada siswa untuk memperjelas konsep sintaksis dalam bahasa Indonesia.
5.Dalam konteks sosial, jukstaposisi digunakan dalam pidato untuk mengajak orang banyak mendengarkan saran tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.

📚 Artikel terkait kata "jukstaposisi"

Mengenal Kata 'jukstaposisi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Jukstaposisi" - Bahasa yang Menjadi Kunci Komunikasi

Kata "jukstaposisi" mungkin tidakamiliar bagi sebagian orang, tetapi dalam konteks bahasa, jukstaposisi memiliki makna yang sangat penting. Jadi, apa itu jukstaposisi? Jukstaposisi merupakan istilah bahasa yang menggambarkan penempatan dua objek secara berdampingan. Istilah ini berasal dari bahasa Latin, yaitu "juxtapositio", yang berarti "penempatan berdampingan". Dalam konteks bahasa Indonesia, jukstaposisi sering digunakan dalam kalimat yang berisi dua kata atau frasa yang berdampingan. Dalam sejarah, kata ini pertama kali digunakan pada abad ke-19 dan sejak itu telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia. Misalnya, dalam kalimat "saya dan teman saya", kata "saya" dan "teman saya" diposisikan secara berdampingan, sehingga dapat dikatakan bahwa ada jukstaposisi antara dua kata tersebut. Contoh lainnya adalah dalam kalimat "saya dan teman saya pergi ke mall", di mana kata-kata "saya" dan "teman saya" diposisikan secara berdampingan untuk menunjukkan hubungan yang erat antara kedua kata tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, jukstaposisi memiliki peran yang sangat penting dalam komunikasi. Dalam bahasa Indonesia, jukstaposisi digunakan untuk menunjukkan hubungan antara dua kata atau frasa yang berdampingan. Dalam budaya Indonesia modern, jukstaposisi sering digunakan dalam kalimat-kalimat yang berisi informasi tentang keluarga, teman, atau hubungan romantis. Dengan demikian, jukstaposisi menjadi kunci komunikasi yang efektif dalam masyarakat Indonesia.