Arti Kata "kabit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kabit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kabit

1ka·bit Mk, v me·nga·bit v memberi isyarat (mengajak)

2ka·bit n tukang copet

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kabit"

📝 Contoh Penggunaan kata "kabit" dalam Kalimat

1.Pemuda di kota besar sering menjadi kabit di jalanan, mengincar barang milik orang lain.
2.Dia adalah kabit yang paling berpengalaman di sektor itu, dengan kemampuan untuk mengelabui orang banyak.
3.Dalam cerita rakyat, kabit adalah karakter yang suka berbohong dan menipu orang lain.
4.Pada masa lalu, kabit biasanya dianggap sebagai profesi yang ilegal dan berbahaya bagi masyarakat.
5.Dalam konteks modern, istilah kabit sering digunakan untuk menggambarkan orang yang suka mencopet atau mengambil barang orang lain tanpa izin.

📚 Artikel terkait kata "kabit"

Mengenal Kata 'kabit' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kabit" - Pengertian dan Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "kabit" seringkali digunakan dalam berbagai konteks, tetapi apa sebenarnya maknanya? Dalam arti resmi, kata "kabit" memiliki dua pengertian: pertama, sebagai kata bantu yang berarti "memberi isyarat" atau "mengajak", dan kedua, sebagai kata benda yang berarti "tukang copet". Sejarahnya, kata "kabit" mungkin berasal dari bahasa lokal atau dialek tertentu di Indonesia, yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah. Dalam konteks sosial, kata "kabit" seringkali digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat licik atau tidak jujur.

Contoh Penggunaan Kata "kabit"

Kata "kabit" dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan perilaku atau sifat seseorang. Misalnya, "Dia adalah seorang kabit yang selalu mencopet barang milik tetangganya," atau "Dia mencoba mengajak saya untuk pergi ke tempat yang tidak jelas, tapi saya merasa itu adalah tindakan kabit." Contoh lainnya adalah, "Dia selalu berpura-pura tidak tahu, tapi saya tahu dia adalah seorang kabit yang licik."

Relevansi Kata "kabit" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "kabit" memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks sosial dan budaya. Dalam beberapa daerah, kata "kabit" digunakan sebagai julukan untuk seseorang yang memiliki sifat licik atau tidak jujur. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan kata "kabit" dengan bijak dan tidak menyalahgunakan maknanya. Dengan demikian, kita dapat menghindari kesalahpahaman dan meningkatkan pemahaman kita tentang kata "kabit" dalam konteks yang lebih luas.