Arti Kata "kalah suara" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kalah suara" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kalah suara

kalah dalam pemilihan; tidak disetujui oleh orang banyak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kalah suara"

📝 Contoh Penggunaan kata "kalah suara" dalam Kalimat

1.Undang-undang yang diusulkan oleh pemerintah kalah suara di DPR.
2.Rakyat memilih calon wali kota yang lebih populer dan kalah suara oleh lawannya.
3.Dalam pilihan buku, anak-anak lebih suka membaca cerita rakyat daripada novel yang kalah suara di pasaran.
4.Dalam proses demokrasi, hak suara rakyat harus lebih dihargai daripada kepentingan pribadi yang kalah suara.
5.Penelitian menunjukkan bahwa proyek tersebut kalah suara dibandingkan dengan proyek lainnya dalam hal efisiensi.

📚 Artikel terkait kata "kalah suara"

Mengenal Kata 'kalah suara' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kalah Suara" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kalah suara" sering digunakan dalam konteks pemilihan atau referendum, di mana suara mayoritas tidak mendukung suatu keputusan atau rencana tertentu. Dalam arti resmi, kata "kalah suara" berarti tidak disetujui oleh orang banyak. Konsep ini memiliki sejarah panjang dan telah menjadi salah satu aspek penting dalam demokrasi modern. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kalah suara" sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana suara mayoritas tidak mendukung seseorang atau suatu ide. Misalnya, "Pemilihan gubernur tidak berjalan lancar karena kalah suara, sehingga rencana tersebut harus ditunda." Atau, "Penghargaan tahunan tidak diterima oleh saya karena kalah suara dari pesaing lainnya." Kata "kalah suara" juga memiliki relevansi dalam budaya Indonesia modern. Dalam konteks politik, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan keputusan yang diambil oleh pemerintah atau lembaga lainnya, yang tidak selalu sejalan dengan keinginan masyarakat. Misalnya, "Kalah suara dalam referendum dapat menyebabkan perubahan besar-besaran dalam kebijakan pemerintah." Dalam konteks ekonomi, kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan keputusan investasi yang tidak berhasil karena tidak mendapatkan dukungan suara mayoritas. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kalah suara" dapat menjadi motivasi untuk berusaha lebih keras dan meningkatkan kualitas diri. Dengan demikian, kita dapat belajar dari kegagalan dan terus maju menuju kehidupan yang lebih baik.