Arti Kata "kasus partitif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kasus partitif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kasus partitif

Istilah linguistik kasus yang menandai makna 'bagian dari' pada Nomina atau sejenisnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kasus partitif"

📝 Contoh Penggunaan kata "kasus partitif" dalam Kalimat

1.Saya membeli dua buku teks pada hari itu.
2.Saya memesanan setengah kilogram beras di pasar sehari-hari kami.
3.Para pecinta buku itu mengumpulkan ribuan buku, termasuk 500 buku yang telah dilipat.
4.Dalam perjanjian, harga jual mobil itu akan dibagi menjadi tiga bagian untuk para penjual.
5.Kami harus membagi uang yang diperoleh dari hasil penjualan di antara kita tiga orang.

📚 Artikel terkait kata "kasus partitif"

Mengenal Kata 'kasus partitif' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kasus Partitif" dalam Bahasa Indonesia

Kata "kasus partitif" merupakan istilah linguistik yang digunakan untuk menggambarkan makna "bagian dari" pada Nomina atau sejenisnya dalam Bahasa Indonesia. Istilah ini memiliki sejarah panjang dan telah digunakan dalam bahasa Indonesia sejak zaman kolonial Belanda. Pada awalnya, kata "kasus partitif" digunakan untuk menggambarkan kemampuan bahasa Indonesia dalam mengungkapkan makna "bagian dari" dengan menggunakan kata-kata seperti "se-" atau "satu-". Dalam konteks sosial, kata "kasus partitif" juga memiliki makna yang luas, yaitu menggambarkan kemampuan bahasa Indonesia dalam mengungkapkan makna yang kompleks dan abstrak.

Contoh Penggunaan Kasus Partitif dalam Kalimat Alami

Kasus partitif dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti: - "Saya ingin membeli se-pak brc dari supermarket itu." Dalam kalimat ini, kata "se-pak" digunakan untuk menggambarkan makna "bagian dari" dari kata "brc". - "Saya ingin membeli satu-kilo gula dari pasar itu." Dalam kalimat ini, kata "satu-kilo" digunakan untuk menggambarkan makna "bagian dari" dari kata "gula". - "Saya ingin membeli dua-liter air mineral dari toko itu." Dalam kalimat ini, kata "dua-liter" digunakan untuk menggambarkan makna "bagian dari" dari kata "air mineral".

Relevansi Kasus Partitif dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kasus partitif memiliki relevansi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks perdagangan dan jual beli. Dalam berbagai konteks, kata "kasus partitif" digunakan untuk menggambarkan makna "bagian dari" dari barang atau produk yang dijual. Contohnya, dalam konteks jual beli bahan makanan, kata "se-pak" digunakan untuk menggambarkan makna "bagian dari" dari bahan makanan tersebut. Dalam konteks jual beli barang, kata "satu-kilo" digunakan untuk menggambarkan makna "bagian dari" dari barang tersebut. Dengan demikian, kata "kasus partitif" memiliki peran penting dalam bahasa Indonesia, terutama dalam mengungkapkan makna "bagian dari" pada Nomina atau sejenisnya.