Arti Kata "kelidai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kelidai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kelidai

ke·li·dai ? kenidai

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kelidai"

📝 Contoh Penggunaan kata "kelidai" dalam Kalimat

1.Mahasiswa tersebut merasa kelelahan dan ingin kelidai dari kelas setelah mendengar lelucon guru.
2.Di balik kehidupan yang sederhana, ada seorang wanita yang kelidai dalam mencari kebahagiaan.
3.Pendapat ilmuan tentang perubahan iklim dianggap kelidai oleh sebagian masyarakat.
4.Keterampilan bela diri dapat membantu seseorang kelidai dari perasaan takut.
5.Keluarga yang terdiri dari empat orang anak kelidai dalam mencari uang untuk makan pagi.

📚 Artikel terkait kata "kelidai"

Mengenal Kata 'kelidai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kelidai" - Inspirasi dan Motivasi

Kata kelidai memang tidak biasa didengar dalam percakapan sehari-hari, tapi maknanya sangat familiar. Dalam arti resmi, kelidai berarti 'ke·li·dai ? kenidai', yang sebenarnya merupakan bentuk jamak dari kata lidai yang berarti 'mengalami penyakit demam tifoid' atau demam berdarah. Kata ini memiliki latar belakang yang unik dalam sejarah dan budaya Indonesia.

Asal-Usul Kata "kelidai"

Kata kelidai berasal dari bahasa Sunda, yang kemudian masuk ke dalam bahasa Indonesia. Pada awalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh yang lelah dan lesu akibat penyakit. Dalam konteks sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sedang mengalami masa sulit atau kesulitan dalam hidup.

Contoh Penggunaan Kata "kelidai" dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan kata kelidai dalam kalimat yang alami: - Saya merasa kelidai begitu tahu bahwa saya harus pergi ke kantor pagi ini. - Dia terlalu kelidai untuk berpartisipasi dalam pertandingan sepak bola kemarin. - Saya merasa kelidai setelah menerima kabar buruk tentang kesehatan ayah saya.

Relevansi Kata "kelidai" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata kelidai masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam zaman sekarang, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sedang mengalami stres atau lelah akibat tekanan hidup. Dalam konteks lain, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sedang mengalami masa sulit atau kesulitan dalam hidup.