Arti Kata "perdikan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "perdikan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

perdikan

per·dik·an n orang (daerah) yg dibebaskan dr kewajiban membayar pajak kpd pemerintah (pd zaman Belanda)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "perdikan"

📝 Contoh Penggunaan kata "perdikan" dalam Kalimat

1.Pada masa lalu, daerah ini merupakan perdikan dan tidak perlu membayar pajak kepada pemerintah Belanda.
2.Kerajaan tersebut diberi status perdikan untuk meningkatkan perekonomiannya dan meningkatkan keamanan.
3.Pada tahun 1700-an, daerah ini menjadi perdikan dan mendapatkan hak untuk mengatur sendiri perekonomiannya.
4.Pemerintah Belanda memberikan status perdikan kepada suku-suku di pedalaman untuk menghindari konflik.
5.Sebagai perdikan, daerah ini memiliki kebebasan untuk mengatur kehidupan sosial dan ekonominya sendiri.

📚 Artikel terkait kata "perdikan"

Mengenal Kata 'perdikan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Perdikan" - Sejarah dan Konsepnya

Kata "perdikan" sering dijumpai dalam konteks sejarah Indonesia khususnya masa kolonial Belanda. Secara umum, kata ini memiliki makna sebagai wilayah atau daerah yang telah dibebaskan dari kewajiban membayar pajak kepada pemerintah. Pada masa lalu, perdikan sering menjadi tempat persembunyian bagi rakyat yang ingin melawan penjajahan Belanda. Mereka dapat menikmati kebebasan dan hidup lebih nyaman di daerah perdikan.

Contoh Penggunaan Kata "Perdikan" dalam Kalimat yang Alami

Dalam sejarah, terdapat beberapa contoh perdikan yang dibangun oleh penguasa setempat untuk melawan Belanda. Misalnya, Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Sultan Trenggana berhasil mendirikan perdikan di daerah Bintoro pada abad ke-16. Perdikan ini menjadi salah satu wilayah yang paling kuat dan makmur di Jawa pada masa itu. Selain itu, Sultan Agung dari Mataram juga mendirikan perdikan di daerah Kedu yang memiliki kekuatan ekonomi dan militer yang cukup besar. Perdikan ini menjadi salah satu contoh keberhasilan Sultan Agung dalam melawan Belanda.

Bahasan Relevansi Kata "Perdikan" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "perdikan" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pemberdayaan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah mengembangkan program perdikan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini melibatkan pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam dan meningkatkan pendapatan mereka. Dengan demikian, kata "perdikan" tidak hanya memiliki makna sejarah, tetapi juga memiliki makna yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.