Arti Kata "kelobotisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kelobotisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kelobotisme

ke·lo·bot·is·me n paham, pikiran, atau wejangan yg bersifat klise yg selalu diulang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kelobotisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "kelobotisme" dalam Kalimat

1.Pengajar selalu mengulang kembali kelobotisme soal pentingnya disiplin dan kerja keras.
2.Dalam pidatonya, presiden kembali menyerukan kesadaran lingkungan dengan menggunakan kelobotisme tentang kebersihan dan keselarasan dengan alam.
3.Ketika memimpin seminar, dia menggunakan kelobotisme bahwa inovasi dan kreativitas adalah kunci sukses dalam bisnis.
4.Peneliti menemukan bahwa banyak penelitian tentang kesehatan mental telah menjadi kelobotisme yang tidak lagi relevan dengan penelitian terkini.
5.Dalam novel itu, kelobotisme tentang kebahagiaan hidup yang dapat diraih dengan mudah dan cepat menjadi sasaran kritik penulis.

📚 Artikel terkait kata "kelobotisme"

Mengenal Kata 'kelobotisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kelobotisme" - Inspirasi yang Klise

Kata "kelobotisme" telah menjadi istilah yang populer dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, kelobotisme adalah keahlian, pikiran, atau wejangan yang bersifat klise yang selalu diulang. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan sifat yang monoton dan tidak inovatif. Kelobotisme dalam konteks historis dan sosial dapat dilihat sebagai fenomena yang berlangsung sejak lama. Dalam budaya lisan, kelobotisme seringkali digunakan untuk menggambarkan cerita-cerita yang telah lama dikenal dan diulang-ulang. Namun, dalam konteks modern, kelobotisme lebih sering digunakan untuk menggambarkan sifat yang tidak kreatif dan tidak inovatif dalam berbagai aspek kehidupan. Contoh-contoh penggunaan kata kelobotisme dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: "Pikiran saya merasa bosan dengan kelobotisme yang terus-menerus diulang dalam diskusi kami." "Dia sering menggunakan kelobotisme dalam pidatonya yang membuat para pendengar merasa bosan." "Karya seni yang tidak memiliki unsur kelobotisme akan lebih menarik bagi kita." Relevansi Kata "kelobotisme" dalam Kehidupan Sehari-Hari Kata kelobotisme sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks komunikasi dan interaksi sosial. Dalam berkomunikasi, kita sering kali mengulang-ulang kata-kata atau ide-ide yang sama, yang dapat membuat pendengar atau pembaca merasa bosan. Dalam konteks ini, kelobotisme dapat digunakan sebagai kritik terhadap cara berkomunikasi yang tidak kreatif dan tidak inovatif. Dalam budaya Indonesia modern, kelobotisme juga dapat dilihat sebagai fenomena yang berlangsung dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam politik, kelobotisme seringkali digunakan untuk menggambarkan sifat yang tidak kreatif dan tidak inovatif dalam kebijakan-kebijakan pemerintah. Dalam seni dan budaya, kelobotisme dapat digunakan untuk menggambarkan sifat yang tidak kreatif dan tidak inovatif dalam karya-karya seni.