Arti Kata "kenor" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kenor" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kenor

ke·nor ? kenur

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kenor"

📝 Contoh Penggunaan kata "kenor" dalam Kalimat

1.Di pasar tradisional, pedagang menjual ikan dan udang kenor segar ke pembeli.
2.Saat liburan ke pantai, kita menikmati makanan laut seperti udang kenor rebus dengan saus pedas.
3.Di restoran formal, menu makanan laut termasuk hidangan udang kenor panggang dengan aroma wangi.
4.Pada musim panen, nelayan mengumpulkan ikan dan udang kenor dari laut lepas untuk dijual di pasar.
5.Di rumah, ibu memasak udang kenor dengan bumbu rempah untuk disajikan sebagai hidangan utama.

📚 Artikel terkait kata "kenor"

Mengenal Kata 'kenor' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kenor" - Inspirasi dan Motivasi

Kata kenor memiliki makna yang unik dalam Bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kenor diartikan sebagai kehadiran atau keberadaan seseorang, biasanya dalam konteks yang tidak diharapkan atau tidak diinginkan. Makna ini masih relevan hingga saat ini, terutama dalam konteks sosial dan budaya.

Contoh Penggunaan Kata "kenor" dalam Kalimat yang Alami

Kita sering melihat kata kenor digunakan dalam kalimat yang menunjukkan kehadiran seseorang yang tidak diharapkan. Misalnya, "Dia datang ke pesta saya tanpa diundang, dan saya merasa sedikit kenor." Atau, "Ketika saya melihatnya di tempat umum, saya merasa sedikit kenor karena harapannya tidak terpenuhi." Contoh lainnya adalah, "Dia menerima kesempatan yang tidak diharapkan, dan itu membuatnya merasa kenor."

Relevansi Kata "kenor" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata kenor memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan perasaan yang tidak nyaman atau tidak diharapkan. Misalnya, ketika kita melihat seseorang yang tidak diharapkan di tempat umum, kita mungkin mengatakan, "Aku merasa kenor melihatnya di sini." Atau, ketika kita menerima kabar yang tidak diharapkan, kita mungkin mengatakan, "Aku merasa kenor mendengar kabar itu." Dengan demikian, kata kenor menjadi bagian dari bahasa sehari-hari kita, membantu kita mengungkapkan perasaan yang tidak nyaman atau tidak diharapkan.