Arti Kata "kenyat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kenyat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kenyat

ke·nyat, ke·nyat-kenyit a berdenyut;
ke·nyat-ke·nyut a kenyat-kenyit

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kenyat"

📝 Contoh Penggunaan kata "kenyat" dalam Kalimat

1.Dalam konferensi pers, Presiden menjelaskan kenyat-kenyitnya untuk meningkatkan kepercayaan publik.
2.Ketika seseorang mengalami kejutan, wajahnya akan menunjukkan ke·nyat-kenyit yang tidak terduga.
3.Dalam puisi yang memotret kehidupan sehari-hari, kenyat-kenyit hati seseorang tercermin dalam kata-katanya yang tulus.
4.Siswa yang baru saja lulus ujian sangat kenyat-kenyit dan bersemangat untuk melanjutkan pendidikannya.
5.Dalam situasi darurat, kenyat-kenyitnya para penambang yang terjebak di dalam tanah menunjukkan kegigihan mereka untuk selamat.

📚 Artikel terkait kata "kenyat"

Mengenal Kata 'kenyat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kenyat" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kenyat" memiliki makna yang kaya dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini memiliki konotasi yang erat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Kenyat sering digunakan untuk menggambarkan suara jantung yang berdenyut-denyut, seperti suara jantung yang berdetak-detak. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata "kenyat" digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Kenyat-kenyat jantungku ketika aku melihat cintaku," atau "Kenyat-kenyat jantungku ketika aku mendengar kabar baik." Contoh lainnya adalah "Kenyat-kenyit a berdenyut-denyut, seperti suara jantung yang berdetak-detak ketika aku sedang berolahraga." Kata "kenyat" juga memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan dalam konteks spiritual dan filosofis. Misalnya, "Kenyat-kenyit a berdenyut-denyut, seperti suara jantung yang berdetak-detak, mengingatkan kita akan keberadaan Tuhan yang Mahakuasa." Dalam konteks ini, kata "kenyat" tidak hanya digunakan untuk menggambarkan suara jantung, tetapi juga untuk mengingatkan kita akan keberadaan yang lebih besar dari diri sendiri.