Arti Kata "keok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "keok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

keok

ke·ok /kéok/ 1 n tiruan bunyi ayam jika ditangkap atau kesakitan; 2 v cak kalah: dl perundingan itu kesebelasan tuan rumah --;
ber·ke·ok-ke·ok v berbunyi "keok" (tt ayam yg ditangkap atau kesakitan);
ber·ke·ok·an v berkeok-keok

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "keok"

📝 Contoh Penggunaan kata "keok" dalam Kalimat

1.Pada pertandingan sepak bola, tim tamu berhasil berkeok-keok di babak final.
2.Di kebun ayam, seekor ayam yang tertangkap berkeok-keok terus-menerus.
3.Anak kecil berkeok-keok ketika ayamnya ditangkap oleh hewan lain.
4.Pemuda itu berkeok-keok saat kalah dalam pertandingan catur.
5.Pada malam itu, ayam kesakitan berkeok-keok di lapangan.

📚 Artikel terkait kata "keok"

Mengenal Kata 'keok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "keok" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "keok" mungkin sudah tidak asing di telinga kita. Namun, apakah kamu tahu apa maknanya? Secara resmi, kata "keok" memiliki dua arti, yaitu sebagai bunyi ayam yang ditangkap atau kesakitan, dan sebagai bunyi yang menggambarkan kalah dalam perundingan atau pertandingan.

Sejarah dan Konteks Sosial

Kata "keok" sendiri dipercaya memiliki asal-usul dari suara ayam yang terjebak atau kesakitan. Suara ini sering digunakan untuk menggambarkan ketidaknyamanan atau kekalahan. Dalam konteks sosial, kata "keok" sering digunakan dalam peristiwa-peristiwa penting seperti pertandingan olahraga atau perundingan bisnis.

Penggunaan Kata "keok" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "keok" sering digunakan dalam kalimat yang menunjukkan kekalahan atau ketidaknyamanan. Contoh penggunaannya adalah: "Kami berkeok-keok dalam perundingan itu, karena mereka menawarkan harga yang lebih rendah." atau "Setelah kalah dalam pertandingan, tim keok dan harus memulai kembali dari awal." Kata "keok" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, jika kamu mengalami kekalahan dalam bisnis, kamu dapat mengatakan bahwa kamu berkeok-keok dalam menghadapi kegagalan tersebut. Atau, jika kamu menang dalam pertandingan, kamu dapat mengatakan bahwa kamu keok lawanmu dan harus memulai kembali dari awal.

Relevansi Kata "keok" dalam Budaya Indonesia Modern

Kata "keok" memiliki relevansi yang cukup tinggi dalam budaya Indonesia modern. Dalam konteks olahraga, kata "keok" sering digunakan untuk menggambarkan kekalahan tim atau atlet. Namun, dalam konteks kehidupan sehari-hari, kata "keok" dapat digunakan untuk menggambarkan ketidaknyamanan atau kekalahan dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kata "keok" memiliki makna yang penting dalam bahasa Indonesia. Dengan memahami makna dan konteks kata "keok", kita dapat menggunakan kata ini dengan lebih efektif dalam berbagai konteks.