Arti Kata "kepet" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kepet" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kepet

1ke·pet /képét/ Jk 1 n sisa tahi yg menempel pd anus; 2 a belum (tidak) cebok setelah buang air besar

2ke·pet /képét/ Jw n sirip

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kepet"

📝 Contoh Penggunaan kata "kepet" dalam Kalimat

1.Setelah mandi pagi, saya harus membersihkan kepet dari toilet.
2.Bayi baru lahir belum cebok, tetapi harus dibersihkan kepet setelah buang air besar.
3.Ibu harus mengajarkan anaknya membersihkan kepet setelah buang air besar.
4.Kuliner tradisional ini menggunakan bahan dasar yang tidak mudah membersihkan kepet dari pinggan.
5.Pada saat pemeriksaan kesehatan, dokter harus memeriksa adanya kepet pada anus pasien.

📚 Artikel terkait kata "kepet"

Mengenal Kata 'kepet' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kepet" - Menjelajahi Makna dan Konteks

Kata "kepet" merupakan salah satu istilah yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia, tetapi maknanya masih belum sepenuhnya dipahami oleh banyak orang. Dalam konteks historis, kata "kepet" telah digunakan sejak zaman kolonial Belanda untuk menggambarkan sisa tahi yang menempel pada anus. Namun, penggunaannya telah berkembang dan menjadi lebih luas dalam konteks sosial dan budaya Indonesia. Banyak orang masih merasa tidak nyaman menggunakan kata "kepet" dalam percakapan sehari-hari, terutama karena maknanya yang masih dianggap tabu. Namun, kata ini telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia dan digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan. Contoh penggunaan kata "kepet" dapat dilihat dalam kalimat berikut: "Setelah buang air besar, saya merasa tidak nyaman karena masih ada kepet yang menempel pada anus saya." Atau, "Saya tidak ingin pergi ke toilet lagi karena takut akan kepet yang mungkin masih menempel." Dalam kedua contoh kalimat tersebut, kata "kepet" digunakan untuk menggambarkan sisa tahi yang masih menempel pada anus. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kepet" memiliki relevansi yang signifikan, terutama dalam konteks kesehatan dan kebersihan. Dengan menggunakan kata "kepet", kita dapat lebih mudah berbicara tentang kebutuhan untuk menjaga kebersihan tubuh, termasuk anus. Selain itu, kata "kepet" juga dapat digunakan dalam konteks budaya Indonesia, seperti dalam lagu atau puisi yang membahas tentang kehidupan sehari-hari. Dalam kesimpulan, kata "kepet" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dengan memahami makna dan konteksnya, kita dapat menggunakan kata ini dengan lebih nyaman dan efektif dalam percakapan sehari-hari.

Kata yang Mirip

kepetang