Arti Kata "rayang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rayang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rayang

ra·yang a, me·ra·yang v merasa agak pening; pusing krn dipukul

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rayang"

📝 Contoh Penggunaan kata "rayang" dalam Kalimat

1.Setelah dilipat-lipat, saya merasa agak rayang dan harus beristirahat.
2.Dia sangat rayang setelah berlari cepat selama 30 menit.
3.Pemain sepak bola itu rayang akibat pukulan keras dari lawannya.
4.Saya merasa rayang ketika melihat gambar yang menakutkan di media sosial.
5.Pada hari itu, banyak orang yang merasa rayang karena dipukul oleh badai dahsyat.

📚 Artikel terkait kata "rayang"

Mengenal Kata 'rayang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rayang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "rayang" memiliki makna yang unik dalam Bahasa Indonesia. Secara harfiah, kata ini berarti merasa agak pening atau pusing karena dipukul. Namun, makna yang lebih luas dari kata ini adalah perasaan lelah, kelelahan, atau kehabisan stamina. Dalam konteks historis, kata "rayang" sering digunakan untuk menggambarkan kondisi fisik seseorang setelah melakukan aktivitas yang intens atau berlebihan.

Penggunaan Kata "Rayang" dalam Kalimat

Setelah berlari selama 30 menit, dia merasa sangat rayang dan membutuhkan waktu istirahat. Ayahnya yang bekerja di konstruksi sering merasakan rayang setelah bekerja berjam-jam di bawah sinar matahari langsung. Saya tidak bisa menahan diri dari rayang setelah melihat film yang sangat menegangkan dan membuat saya takut.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-Hari

Kata "rayang" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks fisik dan mental. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan perasaan lelah atau kelelahan setelah melakukan aktivitas yang intens. Dengan demikian, kata "rayang" menjadi bagian penting dalam bahasa sehari-hari dan digunakan oleh masyarakat untuk mengungkapkan perasaan yang mereka alami.